TERKINI:

Owner Portal Berita Militer www.okebung.com Nyaris Tewas Ditabrak OTK di Sunggal


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Aksi percobaan pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Sunggal. Minimnya patroli di seputaran Jalan Gagak Hitam Kecamatan Medan Sunggal tersebut nyaris merenggut nyawa owner portal berita militer www.okebung.com, Rabu (23/10/2019) sekira pukul 00.15 WIB dinihari. 

Kepada wartawan, korban yang diketahui bernama Ryan Noer Sinaga menceritakan kisah yang hampir merenggut nyawanya itu. Seperti biasa, pria yang menetap di kawasan Sunggal ini beranjak pulang ke rumah setelah nongkrong beberapa jam di kawasan Jalan Nibung Raya, Medan Petisah. 

"Awalnya saya melihat ada dua unit mobil minibus warna silver dan hitam berada tepat di seberang jalan lokasi saya nongkrong. Saat melintas di Jalan Gajah Mada menuju Jalan Sunggal, saya melihat mobil tersebut membuntuti saya," beber Ryan kepada wartawan. 

Merasa tak memiliki musuh, pria kelahiran Kota Bandung ini pun melanjutkan perjalanan hingga ke Jalan Gagak Hitam, Medan Sunggal disertai rintikan hujan. Tanpa disangka-sangka, salah satu mobil yang sempat dilihatnya di tempat tongkrongannya berjenis Honda Brio muncul dari arah belakang nyaris menabraknya. 

"Saya lihat mobil itu ngarahnya ke saya, karena kalau dia mau terus ambil ke kanan tidak bisa, didepan ada mobil dua rapat dengan saya," ungkapnya. 

Lanjutnya, Ryan sempat menghentikan laju kendaraannya Yamaha Vega ZR dan melihat mobil tersebut hingga dari dalam mobil keluar  salah satu kepala penumpang mobil tersebut yang juga melihat kearahnya sembari angkat telunjuk kearah Ryan.  

"Ya, saya selama ini tidak ada musuh, tiap hari keluar malam sampai dinihari, mangkal sama rekan-rekan media juga sejak usia 18 tahun sampai saat ini usia saya 45 tahun kerja malam terus gak pernah bermusuhan," jelas putra keluarga besar TNI ini. 

Pria kelahiran Bandung, Jawabarat ini menambahkan bahwa dirinya setelah itu melanjutkan perjalanannya dengan perlahan sembari melihat kaca spion terus mengarah pulang melintas Simpang Pemda, Tanjungsari. 

"Semua diserahkannya kepada Allah SWT, sang pencipta ada, masalah takut ya takut jugalah, jelas saya harus waspada mulai saat ini, selama tiga tahun lebih saya lama kerja di Aceh Singkil, Kutacane, Blangkejeren dan Meulaboh liputan disana tahun 2004 -2007," urai pria peraih KASAD AWARD TAHUN 2018 ini.

Menurut pria yang menggeluti dunia jurnalis sejak Tahun 1999 di Koran Mingguan ini, bahwa dirinya mulai saat ini tetap waspada terus dan semakin waspada.
"Siapa sangka pelaku mau berbuat lagi dan diduga mau celakai saya agar tidak bisa beraktifitas seperti biasanya," tegasnya.

"Allah SWT masih ada dan tidak tidur. Semoga saja pelaku atau orang suruhan tersebut diberi kesehatan beserta keluarganya, Aamin," tandasnya seraya menambahkan begitu kejadian langsung menghubungi beberapa rekannya melalui pesan WhatsApp.(Robert)