TERKINI:

Klarifikasi PT KIM Soal Limbah Ternyata Pembohongan Publik


KULI-TINTA.COM, MEDAN DELI - Menurut Guru Besar UI (Universitas Indonesia), Bachtiar Aly sesungguhnya etika pejabat itu harus selaras dengan Visi dan Misi Indonesia Masa Depan yang harus bersifat jujur, adil dan tidak munafik.

Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan pernyataan Bernike Boru Simanjuntak selaku Asmen (asisten manager) BPL (Badan Pengelolaan Limbah) PT KIM yang terkesan membohongi publik, Senin (2/9/2019).

"PT KIM tak ada membuang limbah dan PT KIM bersama DLH Deli Serdang terus memonitoring serta mengawasi setiap pabrik di kawasan industri," kata Bernike menjawab pertanyaan wartawan saat acara diskusi dan klarifikasi limbah di Hotel Emerald Garden, Kamis (29/8/2019) sore sekira pukul 15.30 WIB lalu. 

Namun berselang 1 hari saja setelah klarifikasi dilontarkan, PT Keraton Jalan Pulau Karimun serta PT Jui Shin Jalan Pulau Pini terlihat membuang limbahnya ke dalam parit.

Dalam 2 rekaman vidio yang  berdurasi 10 detik tersebut terlihat jelas sekali kalau aliran parit depan PT Jui Shin serta aliran depan drainase PT Keraton sedang mengalirkan limbahnya ke parit, Jum'at (30/8/2019) siang.

Dalam tanyangan salah satu vidio, truk molen PT Keraton sedang mencuci molennya dan air limbahnya dialirkan keluar parit. Air limbah yang mengandung pengeras readymix beton pada akhirnya melintasi parit warga di Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan.

Keterangan Bernike kepada wartawan saat berita akan dipublikasikan (wiil be published), tak ada membuang limbah, 360 derajat berbalik arah. Padahal persoalan limbah sangatlah urgent terkait permasalahan kesehatan dan persoalan hidup orang banyak.

Bahkan dengan gamblangnya Bernike menyampaikan saat itu, dari 567 perusahaan di dalam kawasan PT KIM hanya 39 pabrik yang menghasilkan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya).

Anehnya lagi, ketika seorang reporter media online mencerca pertanyaan bagaimana cara pengolahan terhadap limbah beracun dan berbahaya itu, namun PT KIM tak dapat menjawabnya.

Penelusuran awak media ini seperti yang dilansir Yukepo.com, ada 8 pembohongan publik yang pernah menghebohkan Indonesia, 1. Plagiarisme Anggito Abimanyu, 2. Plagiarisme Afi Nihayah, 3. Plagiarisme 5 pejabat Sulawesi Tenggara, 4. Pengakuan Eko Tamaditya Adikarya, 5. Kebohongan Dwi Hartanto yang dianggap publik sebagai 'The Next Habibie'.

Akibat kebohongannya, Dwi Hartanto harus menjalani sidang kode etik di Technische University, Delft, Belanda sejak 2017 dan Dwi Hartanto terancam sanksi akademis, 6. Bayi ajaib dari Enrekang, 7. Manusia bertelur dari Jakarta Utara dan terakhir yang ke-8. Gadis berair mata kristal.(Robert)