TERKINI:

Ketua DPRD Kota Medan Pernah Jadi Karyawan Pabrik Tepung Tapioka


KULI-TINTA.COM, MEDAN -  Tidak terbayangkan oleh dirinya bisa duduk di legislatif, terlebih di era orde baru sulit bagi etnis Tionghoa jadi anggota dewan. Tapi, semua menjadi mungkin setelah reformasi dan demokrasi dibuka seluas-luasnya. Jangankan anggota dewan, Ketua DPRD Medan pun diraihnya berkat keuletan dan kerja keras.

Dia adalah Huang Kien Lim atau yang dikenal dengan Hasyim, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan yang kini dipercaya Megawati Soekarno Putri menjadi Ketua DPRD Medan. Sejak DPRD Medan terbentuk, hasyim mencatat sejarah seorang etnis Tionghoa pertama memimpin DPRD.
Kepada Wartawan, Senin (23/9/2019), Hasyim menceritakan, setelah tamat dari SMA St Thomas 1, dia bekerja sebagai karyawan pabrik tepung tapioka (ubi) milik saudara di P. Siantar. Setahun bekerja ia berhenti karena kuliah di salah satu perguruan tinggi swsta di Medan mengambil jurusan ekonomi manajemen.
“Setelah tamat saya bekerja kembali di pabrik tepung tadi selama 2 tahun, setelah mengumpulkan modal saya memutuskan berhenti dan memulai untuk berdikari. Ia membuka usaha menjual perlengkapan rumah tangga dan turun langsung jadi salesman,” ucap Hasyim.
Selama membuka usaha, pria kelahiran 2 Agustus 1967 ini sering dibawa-bawa pakciknya (adik bapaknya), Alexander Toreh (Abeng), seorang politisi PDI (dulu masih PDI). Sering ikut dengan pakcik, Hasyim jadi faham dan tertarik dengan politik akhirnya masuk PDI Perjuangan setelah reformasi.
Pada pemilu legislatif 2009, Hasyim mencoba-coba ikut nyaleg, bermodal pengalaman jadi sales, dia memperkenalkan diri door to door. Hasilnya luar biasa, sekali nyaleg langsung lolos. Dia memperoleh suara 4000 lebih dari dapil III yang waktu itu teridri dari Kecamatan Medan Petisah, Medan Barat dan Medan Helvetia.
Pada Muscab DPC PDIP Medan, Henry Jhon Hutagalung terpilih jadi ketua, seketaris Roby Barus dan Hasyim dipercaya menjadi bendahara. Dua tahun duduk menjadi anggota dewan, Hasyim dipecaya menjabat Ketua Fraksi PDIP menggantikan Porman Naibaho.
Pada pileg 2014, Hasyim pindah ke dapil I meliputi Medan Kota, Medan Amplas, Medan Denai, dan Medan Area. Waktu itu dia meraih suara tertinggi dari 50 anggota DPRD Medan dengan perolehan hampir 13.000 suara. Kemudian ia mencoba ikut maju jadi ketua DPC PDIP Medan pada konfercab tahun 2015, mayoritas PAC mendukung dan akhirnya Megawati mempercayakan Hasyim jadi Ketua PDIP Medan periode 2015-2020.
Pada pemilu 2019, Hasyim lolos menjadi anggota DPRD Medan untuk ketika kalinya dengan perolehan 16.000 lebih suara. Kebijakan DPP PDIP mempercepat Konfercab, Konferda se Indonesia dan Kongres yang seharusnya tahun 2020 menjadi 2019. Hasyim kembali dipercaya memimpin DPC PDIP Medan, tidak lama berselang, Megawati menurunkan SK, menunjuk Hasyim menjadi Ketua DPRD Medan.
Hasyim mengungkapkan bahwa dia mengecap pendidikan SD dan SMP di Perguran Islamiyah di Jalan meranti, Kelurahan Skip, Kecamatan Medan Petisah. Waktu itu, ia mengikuti matapelajaran agama Islam dan sempat mahir menulis huruf Arab.
“Guru agama Islam, Janibar (almarhum) begitu memperhatikan saya, waktu itu saya diberi nilai agama Islam yang tinggi. Bahkan nilai saya lebih tinggi dari teman-teman sekelas yang beragama Islam,” kenangnya.
Hasyim merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari ayah Huang Cim Siong dan ibu Lie Ik Ing. Dari perkawinannya dengan Lindawati, Hasyim dikaruniai 2 anak, Jesslyn Wijaya dan Richard Wijaya.(Robert)