TERKINI:

Pelaku Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional di Sumut Ditembak Mati


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Petugas Ditres Narkoba Polda Sumut menembak mati salah seorang kurir narkotika, saat melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional yang akan masuk ke daerah Sumatera Utara.

Dalam operasi itu, petugas berhasil meringkus delapan orang tersangka, satu di antaranya ditembak di bagian kaki dan satu lainnya ditembak mati karena melawan petugas saat dilakukan penangkapan. Pelaku yang ditembak mati itu adalah M alias N, yang ditangkap di Jalan Medan-Binjai, Minggu (25/8/2019) lalu. 

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan bahwa penggagalan upaya penyelundupan narkotika ini bermula saat petugas menangkap dua kurir narkotika yang membawa ganja asal Aceh, di Jalan Selamat Ketaren, Medan atau dekat RS Haji Medan, Selasa (20/08/2019) lalu. 

Dalam operasi ini, polisi meringkus tersangka I alias IR dan ME dengan barang bukti ganja seberat 70 kilogram.

“Ganja dari Aceh ini dibungkus pada dua karung, yang diangkut menggunakan angkot warna kuning,” kata Agus, Rabu (28/08/2019).

Polisi kemudian menginterogasi mereka dan mendapat informasi bahwa ada seseorang di Kabupaten Asahan yang menyimpan narkotika jenis sabu-sabu. 

Polisi lalu melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka AAS di Jalan Latsidarta Nusantara 8, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Jum'at (23/8/2019) lalu. 

Polisi berhasil mengamankan 2 kilogram narkotika jenis sabu dari tangan AAS yang dibungkus dalam kemasan teh Guanyiwang berwarna hijau.

"AAS sempat mencoba melarikan diri dalam upaya penangkapan itu, sehingga polisi menembak betis kirinya," ujarnya.

Tak berhenti di situ, lanjut Agus polisi lalu menginterogasi AAS dan berhasil mengorek informasi bahwa ada dua orang kurir juga membawa sabu di Jalan Medan-Binjai, Kota Binjai. 

Sehari berselang tepatnya pada Minggu (25/8/2019) pagi, polisi memberhentikan satu unit mobil Nissan Grand Vitara warna hitam di Jalan Abdul Hamid, Binjai dan menangkap dua pelaku, M alias N dan FHP alias F.

Kemudian menggeledah mobil itu dan menemukan barang bukti berupa 1 kg sabu dan 5.025 butir pil ekstasi hijau bentuk minion yang terbungkus dalam lima bungkus plastik. 

Dari hasil interograsi tersangka M alias N bahwa di sekitar wilayah tersebut masih terdapat seorang tersangka lainnya yang terus berkomunikasi denganya.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih, sekitar jam 11.00 WIB, di Jalan Brahrang di depan Kantor Kodim Kecamatan Selasai, Kabupaten Langkat.

Petugas Kepolisian memberhentikan  mobil tersebut dan melakukan penangkapan terhadap tersangka AC alias D dan dilakukan penggeledahan terhadap mobil namun tidak ditemukan barang bukti Narkoba. 

Saat itulah, ketika polisi membawa M alias N untuk pengembangan, tersangka berusaha kabur. 

"Dia tak menghiraukan tembakan peringatan polisi sehingga petugas menembaknya. Tersangka tewas di perjalanan saat menuju RS Bhayangkara Polda Sumut di Medan," tegasnya.

Hingga kini, lanjut Agus jasad pelaku masih berada di rumah sakit itu. Selanjutnya tersangka FHP alias F dan AC alias D beserta barang bukti dibawak ke Polda Sumut guna proses lebih lanjut. 

Dari hasil interograsi dan analisa kasus terhadap keduanya, lagi-lagi polisi memperoleh informasi bahwa ada dua orang membawa sabu di Jalan Megawati, Binjai.

Pada malam hari itu, polisi kemudian bergerak menangkap dua pelaku lainnya, I dan A yang tengah mengendarai mobil pickup Grandmax warna putih. 

Polisi kemudian menggeledah mobil itu, dan ditemukan narkotika jenis sabu seberat 72 kg yang disembunyikan di dalam ban mobil.

“Narkotika jenis sabu ini berasal dari Cina, yang masuk ke Sumatera Utara melalui Malaysia. Modusnya masih sama seperti tangkapan yang lalu-lalu, yakni membungkusnya dalam kemasan teh,” terang Agus.

Polisi masih akan terus mengembangkan kasus ini, untuk menangkap para pelaku lainnya dalam jaringan ini. 

Sementara, ketujuh tersangka yang masih hidup itu masih mendekam di tahanan Polda Sumut untuk menjalani proses hukum.

Total dari hasil penangkapan narkotika golongan I jenis sabu seberat lebih kurang 73 kilogram, 5.025 butir pil ekstasi dan 70 kilogram ganja dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 805.026 orang.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan  dikenakan Pasal 111 Ayat (2) atau Pasal  114  Ayat (2) dan atau  Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," pungkasnya.(Hen/Robert)