TERKINI:

Diduga Manipulasi SIKK, Kapal Tag Boat Mitra Berkah II Terus Beroperasi


KULI-TINTA.COM, BELAWAN - Meski di kabarkan Kapal Tag Boat Mitra Berkah dan TB Mitra Berkah II diduga memanipulasi Surat Izin Kerja Keruk (SIKK), kapal tersebut terus beroperasi di seputaran kolam Pelabuhan Belawan diduga tanpa ada surat Permohonan Pelayanan Kapal dan Barang (PPKB).

Namun hingga saat ini, Rabu (28/8/2019) Tag Boat Mitra Berkah II, masih melakukan kegiatan pengerukan kolam dermaga PT SBA Belawan di DLKR/DLKP Pelabuhan Belawan, tanpa ada tindakan tegas dari pihak pelabuhan.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan sejak beberapa waktu lalu, tag boat (TB) Mitra Berkah ll dan tongkang (TK) SML 7 Junior dengan agen pelayaran PT Naval Global Trans melaksanakan pekerjaan pengerukan dalam rangka pemeliharaan kolam TUKS PT Lafarge Cement Indonesia.

Padahal, Tag Boat (TB) Mitra Berkah ll dan tongkang (TK) SML 7 Junior diduga tidak memiliki surat SIKK dan surat PPKB.

"Aneh juga ya, diduga tidak memiliki SIKK dan PPKB kok bisa melakukan pekerjaan pengerukan. Apakah setiap kapal tidak perlu mengajukan permohonan pelayanan PPKB untuk setiap pergerakannya dan adakah undang-undang yang mengaturnya?," ungkapnya. 

Sementara itu Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Sugeng Wibowo saat dihubungi wartawan via Whatsaap mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui dengan permasalahan TB Mitra Berkah dan TB Mitra Berkah ll

"Maaf bang saya gak tahu masalahnya dan kebetulan itu ranahnya Otoritas Pelabuhan ya," kata Sugeng, singkat.

Pada pemberitaan sebelum nya Tag Boat berkapasitas 450 Hp itu diduga telah memanipulasi Surat Izin Kerja Keruk (SIKK), yang menggunakan nama kapal TB Mitra Berkah, tetapi di lapangan menggunakan TB Mitra Berkah II.

Sementara itu, tongkang SML 7 Junior  berkapasitas 1000 m3 dan long arm excavator kapasitas 0.3 m3 membantu pelaksanaan kerja.

Sedangkan surat keputusan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan nomor : UM.008/4/10/OP.BLW, tentang pemberian izin kerja keruk kepada PT Lafarge Clement Indonesia dalam rangka pengerukan (maintenance dredging).

Kolam tulus PT Lafarge Cement Indonesia, berada di lingkungan kerja dan daerah kepentingan pelabuhan Belawan, ditetapkan oleh kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan pada 28 November 2018 lalu.

Untuk melaksanakan pekerjaan pengerukan dalam rangka pemeliharaan kolam TUKS PT Lafarge Cement Indonesia dengan desain kedalaman -7m LWS dan volume keruk sebesar 60.000 m3 yang berlokasi di dalam daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan Belawan.(Robert)