TERKINI:

Danyonif 407/PK Pimpin Upacara Penutupan Latorlan Prajurit Petraung


KULI-TINTA.COM, TEGAL - Taja Armabas yang tegabung dalam Kompi Latihan Perorangan Lanjutan (Latorlan) telah selesai melaksanakan kegiatan latihan. Komandan Yonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) secara resmi menutup kegiatan tersebut dan memimpin langsung Upacara penutupan (Latorlan) Prajurit Petraung Padmakusuma Yonif 407/PK diselenggarakan di Lapangan Mako Yonif 407/PK, Senin (05/08/2019).

Kegiatan upacara penutupan Latihan Perorangan Lanjutan (Latorlan) Taja Armabas tersebut dihadiri oleh Danyonif 407/PK selaku Pimpinan Upacara, para Perwira Seksi Yonif 407/PK dan para Komandan Kompi Yonif 407/PK beserta anggotanya, 44 Taja (Tamtama Remaja) Armabas beserta para pelatih.

Selama tiga bulan Taja Armabas melaksanakan Latihan Perorangan Lanjutan (Latorlan). Kegiatan Latorlan ini adalah suatu rangkaian kegiatan tingkat SJM (Siap Jasmani Militer) Yonif 407/PK yang harus dikuasi oleh prajurit Padmakusuma. Hasil yang akan dicapai dalam kegiatan Latorlan akan mempengaruhi tingkatan latihan-latihan selanjutnya. 

Dalam amanatnya, Komandan Yonif 407/PK menyampaikan ucapan terimakasih kepada Komandan Kompi Latihan (Dankilat Taja Armabas) Lettu Inf Adang Furqon beserta para pelatih yang telah membina 44 prajurit muda tersebut, sehingga mempunyai standar kemampuan militer dengan prajurit (senior) yang ada di Kompi Senapan Yonif 407/PK.

"Selanjutnya ke 44 prajurit tersebut akan bergabung dalam struktur organisasi kompi. Untuk Komandan Kompi Senapan Yonif 407/PK harus dapat mengembangkan kemampuan prajurit (Taja Armabas) yang masuk ke kompi. Setelah mengikuti kegiatan Latorlan, seorang prajurit yang baru masuk kompi harus mempunyai standarisasi kemampuan militer yang sama dengan senior-seniornya," tegas Danyonif 407/PK. 

Danyonif 407/PK berpesan kepada para Komandan Kompi Senapan, untuk Taja Trabas yang masuk kompi harus dibina dengan baik sehingga dapat membuktikan kemampuyannya dengan prestasi.

Untuk Taja Trabas diberikan waktu masa percobaan selama 6 bulan, apabila dalam 3 bulan pertama melakukan pelanggaran maka akan dikembalikan ke Kompin Latorlan lagi untuk dibina kembali.

Kegiatan Latihan Perorangan Lanjutan (Latorlan) dinyatakan berhasil oleh Komandan Yonif 407/PK. Para pelatih telah bekerja keras dan berhasil membentuk jiwa Taja Armabas menjadi  Prajurit Petarung Padmakusuma.

Kegiatan dari awal pembukaan sampai penutupan dapat berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan prosedur tanpa ada kerugian personel maupun materiil.(Rel*)