TERKINI:

106 Ha Lahan Eks HGU PTPN II Dialihkan Kepada PT ACR & PB Alwasliyah, Ratusan Koptan HPPLKN Datangi Kantor DPRD Sumut


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Atas dampak Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1331 K/PID.SUS/2019 yang menyatakan lahan Eks. HGU PTPN II dialihkan kepada, PT. Agung Cemara Reality (ACR) dan PB. Alwasliyah, sedikitnya ada ratusan aparatur negara, baik dari Kejaksaan, Kepolisian dan TNI, Jum'at (23/8/19) pagi dikerahkan untuk melakukan pengamanan serta membaca Eksekusi didepan ribuan masyarakat kecil tak berdaya.

Seraya membaca isi putusan dan melakukan eksekusi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Deliserdang di Lahan Eks. HGU seluas 106 Hektare yang terletak di Jalan Veteran Pasar IV/Jalan Serbaguna Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, pihak Mujianto dan PB. Al Wasliyah pun unjuk gigi didepan ribuan masyarakat.

Ironisnya, pihak PB Alwasliyah dengan ekstrim hendak berupaya memblokade jalan keluar masuk warga yang saat ini berdiam dan berada didalam lahan tersebut dengan pagar bambu dan kawat, sehingga mengganggu jalannya aktifitas masyarakat sehari-hari.

Atas upaya ekstrim yang dilakukan pihak PB. Alwasliyah tersebut, masyarakat pun tidak diam dan langsung mengunjungi serta meminta pertolongan ke kantor DPRD Sumut. Alhasil usaha masyarakat pun diterima dengan baik oleh, Ketua DPRD Sumut, H. Wagirin Arman S. Sos dan memperkenankan perwakilan masyarakat bertemu dengannya.

Dalam diskusi permohonan masyarakat dengan Ketua DPRD Sumut tersebut, H. Wagirin Arman S. Sos menyambut dengan baik, bahkan beliau menyayangkan sikap pihak PB. Alwasliyah yang berusaha memblokade jalan warga, dan berkenan membantu masyarakat untuk menyampaikan persoalan ini kepada Gubernur Sumatera Utara dengan tembusan, Kapoldasu, Kajatisu, Pangdam I/BB dan Pihak BPN Sumut.

Politikus dari partai Golkar itu pun berharap dan meminta kepada masyarakat untuk tenang serta tidak berbuat anarkis atas tindakan yang dilakukan pihak PB. Alwasliyah. Tak hanya itu, ia pun menyesalkan putusan MA yang tidak diketahui dasar pertimbangan hukumnya sehingga mengalihkan lahan tersebut kepada pihak swasta atau pengembang tanpa alas hak yang sah dan diperoleh dengan cara-cara yang tidak baik.

Ia juga berharap agar persoalan ini bisa dikaji atau dikoreksi kembali sehingga tidak mengorbankan ribuan masyarakat yang berdiam didalamnya.

Usai meminta perlindungan kepada Ketua DPRD Sumut, masyarakat pun keluar dengan tertib dari ruangan DPRD Sumut, dan tak lama kemudian menerima tembusan surat tersebut dari Humas DPRD Sumut, Muhammad Sofyan yang juga berusaha membantu masyarakat agar dapat menyuarakan permohonannya.

Tak hanya itu, Muhammad Sofyan juga teraharu atas sikap masyarakat yang berulang-ulang mengucapkan terimakasih dengan mencium tangannya, serta mendoakan agar seluruh anggota DPRD Sumut diberikan kesehatan sehingga dapat terus berjuang membantu masyarakat kecil yang tak berdaya

“Terimakasih banyak pak, terimakasih pak, semoga Allah SWT yang membalaskan niat baik bapak, kami tidak tau lagi mau berbuat apa kalau lahan itu diblokade, dan kedepan kami juga tidak tau mau kemana lagi kalau kami diusir dari lahan itu pak, mungkin kami tidur dikolong jembatan, dan mungkin kami juga akan terlonta-lonta tanpa ada tempat tinggal dan tujuan,” ucap beberapa warga yang juga berulang-ulang mencium tangan Sofyan sambil mengeluarkan air mata. Usai momen haru tersebut sembari bersalaman dengan, Humas DPRD Sumut, Muhammad Sofyan, masyarakat pun beranjak membubarkan diri dengan tertib.(Hen/Robert)