TERKINI:

Gerah Diberitakan, Kenaikan Pangkatnya Tertunda, Oknum Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Hentikan Paksa Wartawan Dijalan


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Pasca pemberitaan atas pengaduan istri salah satu oknum polisi unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan berujung arogan terhadap salah satu wartawan harian terbitan lokal di Medan, Sabtu (6/7/2019) siang.

Ialah Brigadir R alias AT menghentikan paksa laju kendaraan sepeda motor Irwan (43) yang melintas di Jalan Letda Sujono Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung. Tak hanya itu, Brigadir R alias AT pun mengancam wartawan dengan cara membuka helmnya dan seakan ingin memukulinya.

"Kemarin siang saya hendak menuju Polrestabes Medan untuk melakukan peliputan berita. Ditengah perjalanan, tiba-tiba saya dipepet oleh Brigadir R alias AT bersama rekannya sesama bertugas di unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan. Dia (Brigadir R alias AT, red) berada di boncengan langsung memaki maki saya soal pemberitaan penelantaran anak dan istrinya beberapa waktu lalu," jelas Irwan kepada kru media www.kuli-tinta.com, Minggu (7/7/2019) siang.

Kesal tak diacuhkan, membuat Brigadir R alias T melepaskan helm yang dikenakannya dan memaksa Irwan untuk menepi.

"Saya tak acuhkan ocehannya dan makiannya itu, mungkin karena itu dia ngamuk dan memaksa saya untuk menepi. Helm yang dipakainya pun langsung di lepas dan seakan dia ingin memukul saya dengan menggunakan helm yang telah dipegangnya itu," bebernya.

Meski sempat cekcok, oknum wartawan tersebut pun memilih untuk meninggalkan lokasi guna tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Seperti diketahui sebelumnya, Debi (35) istri dari Brigadir R alias AT beserta keempat anaknya, warga Bandar Setia, Kec Percut Sei Tuan,  mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, Senin (27/5/2019) lalu untuk mengadukan perbuatan Brigadir R yang tidak menafkahinya hingga 4 bulan juga tagihan listrik rumah menunggak kepada pimpinan Polsek Percut Sei Tuan.

"ini sudah sering terjadi dan pernah saya juga mengadukannya ke Polrestabes Medan dan parahnya sebulan ini dia (Brigadir R alias AT, red) blokir ATM gaji yang selama ini saya pegang. Mau makan apa saya dan anak-anak? Makanya saya adukan hal ini ke komandannya di Polsek Percut Sei Tuan ini," kata Debi kepada wartawan seperti yang dilansir dari harian metro24.

Debi juga menuturkan bahwa tak hanya itu saja,  oknum Kepala Tim (Ka.Team) Tugas Luar Reskrim Polsek Percut itu juga telah 4 bulan tidak membayar tagihan listrik rumah hingga diputus pihak PLN. 
"Mana rumah kami juga telah digadaikannya ke bank lagi," bebernya.

Terpisah, salah seorang pekerja di Polsek Percut yang tak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa sudah 3 hari ini istri R alias A datang ke Polsek Percut Sei Tuan.

"Keduanya ribut dan sempat tarik-tarikan di halaman Polsek Percut dan akhirnya dipisahkan oleh Kasium Polsek Percut," ungkap pekerja di Polsek Percut itu. 

Sementara itu, seorang Personil Polsek Percut yang tak ingin disebut namanya mengatakan bahwa Brigadir R alias AT yang seharusnya naik pangkat pada 1 juli 2019 kemarin, akhirnya kenaikan pangkatnya ditunda dikarenkan pengaduan istrinya mengenai penelantaran istri dan anaknya. 

"Gara-gara istrinya mengadu ke Polrestabes, dia (Brigadir R alias AT, red) terpaksa ditunda kenaikan pangkatnya. Mungkin dia kesal karena istrinya mengadu, apalagi naik pemberitaan hal itu," ungkap personil Polsek Percut itu. 

Hingga berita ini di tayangkan, kru media belum berhasil melakukan konfirmasi terhadap Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto dan juga Kanit Reskrim Iptu MK Daulay.(Robert)