TERKINI:

Dame Duma Sari Hutagalung : Pemko Jangan Paksakan Membongkar Warkop Elisabeth


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalalung, SE meminta kepada Pemko Medan yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Muhammad Sofyan untuk membatalkan rencana pengosongan dan pembongkaran Warung Kopi (Warkop) Ahmad Yani atau lebih dikenal dengan Warkop Elisabeth, Jalan Haji Misbah Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun Kota Medan pada Kamis 1 agustus 2019 sekitar pukul 9.00 WIB.

Alasannya Kata Duma, penggusuran terkesan di paksakan, tanpa memandang aspek kemanusiaan dan pemberian lokasi baru sebelum melakukan penggusuran para pedagang kaki lima yang sudah berjualan puluhan tahun di depan Rumah Sakit Elisabeth Medan.
"Siapa yang tidak kenal dengan Warkop Elisabeth, itu sudah menjadi pilot project dan salah satu ikon kuliner bagi anak Medan untuk tempat tongkrongan, disamping itu keberadaan Warkop Elisabeth selama ini telah banyak membantu warga Medan yang hendak makan dan minum ketika datang menjenguk keluarga mereka dengan harga terjangkau dan murah termasuk juga para anak muda dikota Medan yang butuh rekreasi kuliner, jadi seharusnya keberadaan Warkop Elisabeth dipertahankan dan Pemko Medan melakukan pembinaan dan penataan lebihb baik lagi bagi keberadaan 42 warkop tersebut,” terang Duma.
Pada dasarnya pemko Medan mendukung ekonomi kerakyatan, seharusnya menjadikan Warkop Elisabeth menjadi warkop yang memiliki daya tarik bagi wisatawan dan pendatang dari luar Kota Medan. Jadi ditengah sulitnya lapangan pekerjaan, sudah sepantasnya Pemko Medan tidak sesuka hati melakukan penggusuran PK5 dengan alasan lokasi Zona merah.
"Karena keberadaan Warkop Elisabeth lebih banyak manfaatnya dari pada Mudharatnya dan dari sini juga dapat mendogkrak pendapatan masyarakat kecil dan Pemko Medan jikalau dilakukan kerjasama yang baik,” ujar politisi dari Partai Gerindra Kota Medan ini lagi.
Sambungnya, bahwa peraturan itu dibuat untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman serta menambah kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, jadi janganlah peraturan itu dibuat menjadi penindasan terhadap rakyat sendiri.
"Jika Pemko Medan tetap memaksakan untuk melakukan penertiban pedagang Warkop Elisabeth, maka sebagai wakil rakyat Kota Medan, Dame Duma Sari menolak tegas pembongkaran dan pengosongan lapak pedagang Warkop Elisabeth yang juga Warkop paling diminati semua usia yang terketak di Jalan H.Misbah Kota Medan tersebut," pungkasnya.(Robert)