TERKINI:

Gawat..!!! Pelaku Curanmor Tangkapan Warga Kabur Dari Ruang Penyidik Polsek Percut Sei Tuan


KULI-TINTA.COM, PERCUT - Seakan tak ada habisnya persoalan kinerja kepolisian Polsek Percut Sei Tuan yang terus disoroti.

Baru beberapa hari diberitakan soal dugaan tangkap lepas pelaku penyalahgunaan narkoba dilanjutkan soal 'mandulnya' unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dalam menangkap kembali tahanannya yang kabur, kini hal serupa kembali terjadi.

Salah seorang pelaku pencurian sepeda motor berinisial RA berhasil melarikan diri sesaat setelah diperiksa oleh penyidik. Dikabarkan, pelaku merupakan tangkapan warga dan para korbannya yang kemudian diserahkan kepada petugas kepolisian Polsek Percut Sei Tuan.

Kepada wartawan, salah satu korban pencurian tersebut menceritakan peristiwa yang dialaminya.

"Kejadiannya, Jum'at (31/5/2019) lalu bang. Saya ke Jalan Bandar Setia untuk bertemu dengan temanku bernama Eca yang merupakan kekasih pelaku di salah satu warnet. Saat itu saya mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 3111 AGI. Si Eca mengajakku ke rumahnya di Gang Setia, sebelumnya saya sempat bertemu dengan pelaku dan berbincang bincang selama setengah jam," ungkap Teuku Fajar Maulana (21) kepada wartawan.

Tak lama berselang, sambung Teuku, Eca meminjam sepeda motornya untuk menjemput temannya di warnet tempat pertemuan awal mereka.

"Si Eca pun pulang setelah menjemput temannya itu bang, sepeda motor ku pun di parkirkan di depan teras rumahnya dengan kondisi kunci kontak masih lengket di stang. Saat kami kembali berbincang bincang, saya mendengar suara sepeda motor saya menyala dan ternyata sepeda motor saya itu dibawa kabur oleh RA," kesalnya.

Meski sempat melakukan pencarian, usaha korban bersama Eca kekasih RA pun tak membuahkan hasil.
"Sempat kami cari, tapi gak ketemu. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, Kamis (13/6/2019) dengan nomor laporan : STTPL/1575/K/VI/2019/SPKT Percut," tegasnya.

Tak lama berselang, beberapa korban lainnya saling berkoordinasi dibantu oleh Polmas melakukan penggerebekan di tempat persembunyian RA, tepatnya di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (17/6/2019) dinihari. Usaha para korban pun membuahkan hasil dan memboyong pelaku dengan kondisi tangan terikat ke Polsek Percut Sei Tuan.

"Kami mendapat informasi RA ditangkap dan diserahkan oleh korban lainnya dibantu Polmas ke Polsek Percut Sei Tuan. Sempat kami tanya sama si Eca pacarnya RA yang diduga sudah bersekongkol, dia menjelaskan bahwa pacarnya RA telah berhasil kabur," jelasnya.

Eca menjelaskan bahwa pelaku RA berhasil melarikan diri usai menjalani serangkaian pemeriksaan oleh penyidik yang hendak membuat surat penyerahan dari masyarakat kepada pihak kepolisian.

"Saat surat bukti penyerahan warga kepada pihak kepolisian selesai dibuat, pintu ruang penyidik lupa di tutup dan disaat itulah RA mengambil kesempatan untuk kabur dengan kondisi tangan terikat. Pelaku melarikan diri dari pintu depan Polsek Percut Sei Tuan dan masuk ke dalam gang samping Polsek arah ke kuburan, meski sempat dikejar tapi usaha petugas gagal," ketusnya menirukan ucapan Eca.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp nya, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto mengaku bahwa RA merupakan terduga pelaku penggelapan.

"Bukan pencurian tetapi terduga kasus penggelapan yang diserahkan warga di ruang SPKT bukan di ruang penyidik. Saat ini kasusnya telah ditangani oleh Bid Propam Poldasu," tegasnya.

Namun, saat kru media menekankan bahwa dari keterangan korban Teuku Fajar dirinya merupakan korban pencurian sepeda motor bukan penggelapan, perwira berpangkat satu melati emas dipundaknya ini berkilah bahwa RA memiliki tiga kasus yang berbeda.

"Kasusnya ada tiga. Dua diantaranya kasus penggelapan sedangkan satu lagi kasus pencurian," pungkasnya.(Robert)