TERKINI:

Diduga Pulangkan Pengedar Narkoba, MAPAN Indonesia Minta Kapolda Menindak Pimpinan Polsek Percut Sei Tuan


KULI-TINTA.COM, PERCUT - Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN) Indonesia sangat kecewa dan mengecam oknum aparat penegak hukum di Polsek Percut Sei Tuan karena diduga tangkap lepas pengedar sabu berinisial RAB alias Riki Andong belum lama ini.

"Alasan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay pada saat melakukan penangkapan tidak ada ditemukan barang bukti baik narkoba maupun benda lain yang melanggar hukum. Melainkan plastik klip kecil kosong yang ditemukan di seputaran lokasi penggerebekan," ujar Ketua MAPAN Indonesia Resort Kota Medan, Robbi Shahary SH saat dimintai tanggapannya terkait diduga dilepaskannya tersangka narkoba, Rabu (12/6) siang.

Dari keterangan Kanit Reskrim tersebut sambung Robbi, MAPAN Indonesia Resort Kota Medan sangat kecewa. Seolah-olah benar adanya penangkapan dan penggerebekan, atau ada terkesan seperti salah tangkap.

Jika benar Tim Reskrim tidak menemukan apapun bukti dalam penggerebekan tersebut, mengapa berani melakukan penangkapan tanpa ada alasan 2 alat bukti permulaan yang cukup.

"Selain itu juga, seharusnya penyidik harus memeriksa tersangka RAB alias Riki Andong untuk dilakukan tes urine, apakah positif atau negatif dalam penggunaan barang haram tersebut. Jika terbukti, penyidik bisa menjerat tersangka dengan Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," ungkapnya.

Ketua MAPAN Indonesia Resort Kota Medan meminta kepada Bapak Kapoldasu, Irjen Pol Andi Andrianto, Irwasdasu dan Bid Propam Poldasu untuk melakukan pemeriksaan terhadap jajaran di Polsek Percut Sei Tuan.

Sebagaimana sudah banyak info-info dari masyarakat dan media bahwa ada pemberian sejumlah uang dalam proses pelepasan tersangka RAB alias Riki Andong. Tujuannya agar masyarakat punya rasa kepercayaan dalam ikut berperan memberantas narkoba sampai pada akarnya.

"Jika hal ini tidak dapat diambil tindakan tegas kepada Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan sebagai yang bertanggung jawab dalam hal ini untuk dicopot dan diberikan sanksi lainnya. Karena sebagai aparat penegak hukum yang tidak profesional dalam tangkap lepas pengedar narkoba ini yang merupakan musuh negara," pintanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Nasional MAPAN Indonesia, PSF Parulian Hutahean mengatakan jika benar ada tangkap lepas pengedar sabu yang dilakukan oknum Polsek Percut Sei Tuan, MAPAN Indonesia meminta Bapak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengambil tindakan tegas.

"Kami meminta Bapak Kapolri untuk mengambil tindakan tegas kepada aparat penegak hukum di Polsek Percut Sei Tuan. Hal ini tidak bisa di diamkan dan dibiarkan berlarut-larut. Karena para bandar narkoba di luar sana akan tertawa melihat kita sebagai Penggiat Anti Narkoba, tapi tidak didukung oleh oknum-oknum nakal yang ikut membantu para pengedar narkoba," harapnya dengan tegas.

Sementara itu pada, Selasa (11/6/2019) malam sejumlah petugas Propam dan Paminal Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Perwira di Polsek Percut Sei Tuan. Namun tak satupun petugas yang bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya, Polsek Percut Sei Tuan diduga melepas tersangka narkoba jenis sabu berinisial RAB alias Riki Andong, warga Kampung Cendol, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan baru-baru ini. 

Dilepaskannya tersangka RAB disebut-sebut setelah orang tua RAB diduga menyerahkan 'upeti' sebesar Rp 30 juta setelah penangkapan.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto yang dikonfirmasi belum lama ini menjelaskan saat terjadinya dugaan dilepaskannya tersangka narkoba, ia mengaku belum menjabat sebagai Kapolsek.

"Saya saat itu belum menjabat sebagai Kapolsek. Untuk masalah ini sudah ditangani Propam," terangnya.(Red)