TERKINI:

Pelaku Penyebar Video Running Teks Menghina Presiden RI Akhirnya Ditangkap


KULI-TINTA.COM, BELAWAN - Akhirnya pihak kepolisian berhasil mengungkap dan menangkap pelaku ujaran kebencian yang menghina Kepala Negara Presiden RI Ir Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Mega Wati Soekarno Putri di To Time Running Teks di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) Jalan Marelan Raya, Pasar 3, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan beberapa waktu yang lalu.

Pelaku yang berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan berinisial IST (20) warga Uni Kampung Belawan, Kecamatan Medan Belawan, yang merupakan mahasiswa disalah satu Universitas di Medan.

Keberhasilan penangkapan tersangka langsung dipaparkan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH didampingi Kasat Reskrim AKP Jerico Lavian Chandra SH, Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari, SH dan Kanit Reskrim Polsek Labuhan Iptu Bonar Pohan, SH di depan Mapolsek Medan Labuhan, Senin (27/5/2019).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH MH menjelaskan tersangka pelaku yang ditangkap ini diduga kuat sebagai penyebar video running teks Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berisi kalimat penghinaan kepada Presiden RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan di Marelan.

"Pelaku ditangkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah kita periksa, pelaku berhasil kita amankan dirumahnya bersama barang bukti sebuah latop," ucap Ikhwan kepada wartawan.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah penyebar video tersebut.

"Kita juga masih menyelidiki pelaku penyebar video ujaran kebencian tersebut, sedangkan pelaku masih kita lakukan pemeriksaan secara intensif," tambah Ikhwan.

Kepada polisi tersangka mengatakan, awalnya pelaku sedang nongkrong di seputaran SPBU Pasar 3 Marelan dan melihat papan billboard yang biasanya bertuliskan harga BBM dan ucapan terima kasih, berganti dengan tulisan hinaan kepada Presiden Jokowi.

Dengan sengaja tersangka merekam running teks tersebut dan menyebarkanya melalui media sosial seperti youtube, facebook, whatsapp dan instagram serta sempat membuat heboh warga sekitar Medan Utara.

"Atas perbuatannya, untuk sementara tersangka ditahan di sel Mapolsek Medan Labuhan dengan sangkaan melanggar pasal 45 ayat 3 UU ITE jo pasal 207 KHUP dengan hukuman penjara empat tahun penjara," pungkasnya.(Robert)