TERKINI:

Kasus Penghinaan Presiden RI Melalui Running Text, Polres Pelabuhan Belawan Periksa Pekerja SPBU Marelan Pasar 3


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Meski Pemilihan Umum Presiden RI 2019-2024 telah usai, ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo terus saja dilontarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sejumlah orang pelaku ujaran kebencian itu sudah ditangkap jajaran Polri, namun itu tidak membuat oknum-oknum nakal jera.

Seperti yang terjadi di Medan, melalui running text SPBU 14.202.1141 tepatnya di Jalan Marelan Raya Pasar 3 Kecamatan Medan Marelan. 

Penyebaran kebencian terhadap Presiden RI dan ketua Partai PDIP Mega Wati Soekarno Putri kembali terulang. Petugas kepolisian Polres Pelabuhan Belawan bergerak cepat dan memeriksa 5 orang saksi, Sabtu (25/5/2019).

"Kasus itu masih dalam penyelidikan dan masih kita minta keterangan dari tim IT pihak pertamina. Videotron masih password pabrikan belum ada dirubah,” ungkap Kasat Reskrim AKP Jerico Lavian Chandra bersama Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH.

Menurutnya, hingga kini pelaku tersebut belum dapat diketahui.

"Kita masih telusuri penyebaran video itu, kita sudah menyita laptop dan wifi guna penyelidikan. 5 orang sudah diperiksa dari pihak SPBU baik pekerja maupun security," bebernya.

Sekedar diketahui, video running teks yang menghina Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri sempat hebohkan masyarakat.

Vidio running teks tersebut tayang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.202.1141 Pasar 3 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Jum'at (24/5/2019). Akibatnya, warga yang membaca teks tersebut merasa resah, dikhawatirkan memicu konflik.

Kepala MOR 1 Pertamina UPMS 1 Medan, Robi, membenarkan kejadian tersebut. Robi sebut kalau video yang meresahkan itu berasal dari SPBU 14.202.1141.

“Iya benar memang benar kejadian tersebut, saat ini Tim IT Pertamina juga sedang melakukan pengecekan atas kejadian tersebut,” tegasnya.

Robi mengaku, kejadian tersebut diketahui pada Kamis (23/5/2019) malam sekira pukul 21.30 WIB, petugas security dan petugas SPBU melakukan pergantian shift.

“Karyawan pas waktu kejadian lagi di dalam kantor melakukan serah terima, saat rapat tersebut tim security mendengar suara rame- rame dan melihat keluar. Saat dilihat, di To Time yang semestinya bertuliskan harga BBM berubah menjadi tulisan kalimat- kalimat ujaran kebencian,” jelasnya.

Melihat kejadian itu, tim keamanan langsung berkordinasi dengan pengawas SPBU dan langsung mematikan To Time tersebut.

"Tim langsung mematikan To Time tersebut, dan melaporkan kejadian itu ke Pertamina. Kalau kontrol To Time ini tidak berada di sini melainkan di Medan, karena pihaknya bekerja sama dengan provider lain,” ujarnya.

Robi mengungkapkan kasus ujaran kebencian itu telah dilaporkan ke Polres Belawan untuk diselidiki dan menangkap pelakunya.

“Pihak pertamina telah menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib,” pungkasnya.(Robert)