TERKINI:

Polda Sumut Ungkap Sindikat Narkoba Internasional Jaringan Asia, 2 WNA Tewas


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) berhasil mengungkap sindikat kasus sabu internasional. Dua dari 16 tersangka yang merupakan warga Negara Asing (WNA) terpaksa di hadiahi timah panas dan tewas saat petugas melakukan penangkapan.

“Kedua WNA yang ditembak tewas itu masing masing WNA Malaysia dengan inisial KPP, seorang lagi WNA India dengan inisial S. Sementara 2 orang WNI dengan inisial W dan A ditembak bagian kakinya. Penembakan terhadap para terduga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto SIK MH kepada wartawan saat menggelar konferensi Pers di RSU Bhayangkara TK II Medan, Senin (29/4/2019) siang.

Mereka yang berhasil ditangkap, lanjut Kapolda sumut, sebanyak 14 orang merupakan jaringan internasional Myanmar, Sri Lanka, Malaysia, Indonesia (Sumatera Utara), yang terdiri dari 7 (tujuh) kasus Tindak Pidana Narkoba.

Masing masing berinisial, MRI alias R, AS alias A, LHG alias A, A, IB, Y alias S, M alias A, W, M alias M, FS, AM, IP, M dan I alias I.

“Ke 14 orang yang ditangkap hidup sekarang sudah diamankan di mapolda Sumatera Utara. Sedangkan yang meninggal dunia kini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH. Wahid Hasyim Medan,” papar Kapoldasu.

Dikatakannya, bukti Narkoba hasil tangkapan dari unit / Subdit Res Narkoba Polda Sumut yaitu,
Unit 3 Subdit 1 berhasil menangkap 1 Kg
Unit 1 Subdit 2 berhasil menangkap 2 Kg
Unit 4 Subdit 2 berhasil menangkap 2 Kg
Unit 2 Subdit 1 berhasil menangkap 2 Kg
Unit 4 Subdit 1 berhasil menangkap 1 Kg
Unit 2 Subdit 2 berhasil menangkap 5 Kg
Unit 4 Subdit 1 berhasil menangkap 1 Kg. Dengan jumlah keseluruhan 14.000 Gram atau 14 Kg sabu.

Semua tangkapan itu berawal dari informasi/hasil laporan dari masyarakat.
“Ancaman Tindak Pidana Narkotika tentang kasus ini bisa dikenakan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). (UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika),” jelasnya.

“Tangkapan Narkotika golongan I jenis sabu tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 140.000 ribu orang dengan asumsi 1 gram shabu untuk 10 orang pengguna," pungkasnya.(Robert)