TERKINI:

FPI Asahan Akan Ambil Sikap Tindak Lokasi Perjudian Tembak Ikan di Komplek Graha Indah Kisaran


KULI-TINTA.COM, ASAHAN - Pemberitaan soal penyakit masyarakat jenis perjudian dengan modus game ketangkasan tembak ikan yang ada di Jalinsum Komplek Graha Indah Kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kisaran Barat terus menuai kontroversi. Kali ini, salah satu organisasi masyarakat keagamaan, FPI (Front Pembela Islam) Kabupaten Asahan angkat bicara.

Melalui Sekretaris FPI Kabupaten Asahan, Indra, menanggapi konfirmasi wartawan soal lokasi perjudian tersebut.

"Kami sudah menanggapi persoalan tersebut namun saat ini kami masih menunggu laporan tertulis dari masyarakat sebagai pengajuan keberatan minimal 30 orang dengan melampirkan KTP. Kalau sudah ada laporan tertulis tersebut atau pin contohnya dari Kelurahan menyatakan keberatan atas binsis tersebut kita akan ambil sikap. Persoalannya, usaha ini legal dalam artian di backup oleh pemerintah," jelas Indra saat di wawancarai kru media melalui sellularnya, Senin (29/4/2019) sore.

Dirinya menjelaskan bahwa modus operandi perjudian di lokasi tersebut memang mengatasnamakan game ketangkasan.

"Lokasi itu disebut legal oleh pemerintah karena mereka menyebutkan usaha tersebut sebagai game ketangkasan. Sehingga, perlawanan kita ke pemerintah jadi berat. Kalau bukti memang sudah ada sama kami, bahkan video rekaman lokasi di dalam yang aktifitas nya adalah perjudian juga ada kami pegang," bebernya.

Dirinya berharap peran serta masyarakat yang aktif melaporkan secara resmi nota keberatan terhadap lokasi diduga terindikasi perjudian tersebut agar pihaknya lebih memiliki dasar untuk menindak lanjuti lokasi tersebut.

"Sekarang yang kami tunggu adalah sikap dari masyarakat. Kemarin sudah saya minta dari warga sekitar Mesjid Raya, namun hingga sekarang mau menjelang puasa pun gak ada. Kepling juga tidak berperan aktif sehingga semuanya terhambat. Jadi, kami menunggu itu. Selanjutnya jikalau ada ibu-ibu yang melapor akan mempermudah kami untuk menanggapi laporan tersebut. Intinya kami menunggu peran serta masyarakat dalam artian kerjasamanya agar kami mudah bergerak. Udah 3 kali kami laporkan ini ke Polres Asahan, Pemkab Asahan, Lurah dan Camat namun tidak mereka hiraukan," ketusnya.(Johari)