TERKINI:

Wong Chun Sen : Warga Tionghoa Sumatera Utara Berharap Pihak Kepolisian Mampu Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Saat Pelaksanaan Cheng Beng


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Perayaan Cheng Beng atau yang lebih dikenal dengan sebutan sembahyang kubur menjadi suatu tradisi yang tidak luput setiap tahunnya diperingati oleh Keluarga besar anggota DPRD Kota Medan, dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan, Drs.Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B. Sehingga setiap tahunnya Wong bersama keluarga selalu pulang kekampung halamannya yang ada di Kota Ranto Prapat-Sumatera Utara.
Kata Wong, Perayaan Cheng Beng itu, adalah merupakan tradisi bagi warga Tionghoa dalam menghargai leluhurnya. Puncak peringatan Cheng Beng akan digelar, 5 April nanti, sebelum memasuki hari H puncak Cheng Beng, warga Tionghua sudah mendatangi komplek pemakaman dan memanjatkan doa agar orang tua yang ada di alam baka mendapatkan kedamaian dan ketentraman.
Warga masyarakat Tionghua, tambah Wong Chun Sen lagi, pada awal perayaan jelang hari H sudah mulai mendatangi makam keluarga mereka. Mereka datang untuk membersihkan makam karena Ceng Beng berarti bersih dan terang. Cheng Beng merupakan salah satu tradisi yang dianggap sangat penting untuk dilakukan. Karenanya, dimanapun berada, setiap orang Tionghua diharuskan pulang ke kampung halamannya agar dapat berziarah ke makam para leluhur, sebagai wujud dari sikap penghormatan mereka.
Namun, banyak keluhan yang dirasakan termasuk ketidak nyamanan pada saat hendak dan akan melaksanakan sembahyang kubur, dimana, masih ada saja oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan momen sakral tersebut untuk kepentingan pribadi sesaat.
“Pada momen menjelang Cheng Beng dan peringatan acara puncaknya, selalu saja ada keluhan dari warga Tionghua yang mendatangi makam keluarganya. Antara lain uang parkir yang mencekik leher dan keamanan selama pelaksanaan sembahyang Cheng Beng perlu menjadi perhatian semua elemen, terutama aparat kepolisian agar berpatroli dan mengantisipasi hal ini jangan sampai mengganggu kekhusukan warga dalam menjalankan sembahyang,” papar Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan.
Padahal, sambung Wong yang juga Ketua Taruna merah Putih Kota Medan kalau semua elemen bersatu padu dalam mendukung pelaksanaan tradisi Cheng Beng ini akan menguntungkan banyak hal, karena dapat menghasilkan devisa yang banyak bagi kota tujuan para perantau merayakan Cheng Beng bersama keluarga besarnya.
“Kita berharap, aparat keamanan benar-benar memberi rasa aman kepada warga masyarakat yang berziarah terutama di kawasan pemakaman yang sering diganggu preman dan lokasinya jauh dari keramaian,” tandas Wong Chun Sen yang juga Anggota DPRD Kota Medan.(Robert)