TERKINI:

Puluhan Pria Bersebo Hancurkan Rumah & Sekap Warga Lahan Garapan


KULI-TINTA.COM, LABUHAN DELI - Puluhan pria diduga preman bayaran orang tidak dikenal menyerang rumah penduduk di lahan garapan Pasar IV, Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Minggu (17/3/2019) sekira pukul pukul 03.00 WIB dinihari.

Dengan mengenakan penutup wajah (sebo), para pelaku yang bersenjatakan senjata tajam jenis kelewang dan pistol itu, menyekap warga dan merusak sejumlah rumah penduduk di kawasan tersebut.

Seorang warga, Adi (40) mengatakan, peristiwa penyerangan itu terjadi Minggu dini hari. Saat itu, dirinya bersama tiga temannya, sedang jaga malam di lingkungan tempat tinggalnya. Tiba-tiba, 9 mobil pribadi masuk ke kawasan garapan tempat tinggal mereka.

Kedatangan puluhan pria itu sontak membuat ia dan temannya terkejut,. Aliran listrik langsung dimatikan. Dalam keadaan gelap, puluhan preman bersenjata martil besar, kelewang, dan pistol itu mengancam mereka agar tidak lari. Karena dikepung, Adi dan dua temannya tak berdaya dan langsung diikat oleh sekelompok pemuda tersebut.

“Aku ingat kali, saat itu masih jam 3 pagi. Waktu mereka datang, lampu langsung dimatikan. Mereka mengikat kami pakai tali,” cerita Adi.

Para pelaku itu dengan brutal menghancurkan sejumlah rumah yang baru dibangun. Kemudian mereka merusak sejumlah pondasi rumah yang sedang dalam tahap dibangun. Mengancam akan menembak, para pelaku mengejar warga yang coba keluar rumah melihat kejadian tersebut.

“Mereka tidak lama. Paling sekitar setengah jam lebih, tapi mereka menghancurkan 5 rumah. Terus mereka pergi dengan mengendarai mobil untuk keluar dari lokasi,” beber penggarap ini.

Didik (35), warga yang sama mengatakan, dirinya sempat dikejar pelaku yang mengancam akan menembak. Namun ia berhasil sembunyi ke rumah warga.

“Mencekam kali malam itu. Saya waktu dikejar sempat diteriaki: jangan lari kau. Kutembak kau nanti. Rupanya ada kawannya bilang, ‘jangan tembak belum ada intruksi’. Makanya saya selamat,” beber Didik.

Setelah para preman yang diduga suruhan pengembang yang ingin menguasai lahan seluas 1 hektar tersebut berlalu, masyarakat berani keluar rumah menolong rekan mereka yang disekap para pelaku.

“Saya bersama masyarakat menolong Pak Adi yang terikat. Kami sempat temukan martil dan hp pelaku yang tinggal di lokasi,” ujar Didik.

Syaifal Bahri SE selaku ketua kelompok tani HPPLKN sangat menyayangkan aksi para OTK yang melakukan penyerangan malam itu.

“Mungkin para pelaku tahu, masyarakat kelelahan pulang dari acara Deklarasi Joko Widodo di Stadion Teladan. Makanya mereka berani melakukan penyerangan. Ini perbuatan pengecut. Kita minta kepada Bapak Kapolda Sumut untuk mengusut mafia tanah yang menggunakan dan membayar preman tersebut yang mengganggu Kamtibmas jelang Pemilu 17 April 2019 mendatang," tegas Syaifal.

Berdasarkan laporan dan bukti, para pelaku menggunakan pistol dan para pria misterius tersebut berbadan tegap. Mereka menduga pelaku ada kaitannya dengan aparat. Untuk itu penegak hukum diminta untuk segera mengusutnya.

“Rencananya, besok (Senin-red) kami akan melapor ke Polda Sumut. Semua bukti yang ada akan kami serahkan ke polisi. Ini negara hukum, bukan preman, kami ingin mafia tanah ini segera diusut,” pinta Syaifal.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto dikonfirmasi belum mengetahui kejadian tersebut. Ia pun segera memerintahkan anggotanya untuk mengecek ke lapangan.

“Saya belum terima informasi, saya akan perintahkan anggota cek ke lapangan,” katanya.(Robert)