TERKINI:

Lakukan Aborsi Hingga Tewaskan Sang Kekasih, Pemuda Asal Nias Ini Diciduk Polisi


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Baru, berhasil mengungkap kasus tindak pidana menggugurkan kandungan (Aborsi) di Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, Sabtu (9/3/2019) lalu.

Dalam pengungkapan kasus tersebut,  petugas berhasil mengamankan Meiman Jaya Hulu (20). Pemuda yang masih berstatus mahasiswa di salah satu universitas swasta di Kota Medan ini merupakan pacar korban, Yariba Laia (21).

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan fakta-fakta Yuridis lainnya, beberapa jam setelah kejadian, kita berhasil meringkus Jaya Hulu dari kosannya di Jalan Bulan, Kecamatan Medan Baru, ” ungkap Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba, dalam press release yang digelar di Mapolsek Medan Baru, Senin (11/3/2019) sore.

Martuasah menerangkan, saat diinterogasi, tersangka mengaku berpacaran dengan korban sejak bulan Juli 2018 lalu. Dari hubungan asmaranya itu, korban tengah berbadan dua dengan usia kandungan tujuh bulan. Diduga malu dengan kehamilan korban, pelaku menyuruh korban untuk menggugurkan kandungannya.

“Pelaku membantu menggugurkan kandungan korban dengan cara memberikan obat penggugur. Dari TKP kita ikut menyita barang bukti tiga papan obat merek Sopros diduga obat penggugur kandungan, satu papan obat merek Ampicilin, satu papan obat merek Antalgin dan satu unit telepon genggam,” bebernya.

“Atas perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 348 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tambahnya.

Dijelaskan Martuasah, korban dan bayinya yang berumur lebih kurang 7 bulan itu di temukan tewas di dalam kamar rumah majikannya di Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru. Sebelum ditemukan tewas, sekira pukul 07.30 WIB, majikan korban atas nama Silvia memanggil korban dari depan kamarnya. Disitu Silvia melihat ada darah, lalu saat ditanyai, korban menjawab bahwa ia sedang mengalami menstruasi, tapi pintu kamar tetap tidak dibukanya.

“Korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Silvia. Menurut Silvia, biasanya korban dari pukul 06.00 WIB sudah keluar kamar untuk bekerja. Tapi saat itu korban tak kunjung keluar dari kamar,” ujar Martuasah.

Tak puas dengan jawaban korban, Silvia sempat memanggil suaminya, Yopi untuk mendobrak pintu kamar korban. Namun tidak jadi, karena dari dalam kamar korban mengatakan bahwa ia sedang tidak memakai baju. Selang berapa menit, korban akhirnya membuka pintu, namun hanya menampakkan wajahnya saja sembari mengatakan ‘sebentar ya’ kepada Silvia dan suaminya.

Silvia yang melihat kondisi korban sangat lemah lalu memberikan susu kotak kepada korban. Setelah meminum susu itu, korban mengatakan bahwa dia sudah baikkan dan minta waktu untuk istirahat sebentar. Mendengar itu lalu Silvi meninggalkan korban di kamar dan melanjutkan mengurus anaknya.

Sekira pukul 10.00 WIB, Silvia melihat korban keluar hanya menggunakan handuk sebagai penutup badannya. Disitu korban masih terlihat lemas, lalu Silvia memasakkan telur untuk diberikan kepada korban. Namun Silvia sangat terkejut ketika mendatangi kamar korban, ia melihat korban sudah terbaring di lantai kamar dan melihat banyak darah berceceran.

“Tidak hanya korban yang ditemukan tidak lagi bernyawa di dalam kamar, Silvia dan suaminya juga mendapati orok bayi di dalam kamar mandi dengan kondisi sudah meninggal dunia. Kemudian temuan itu dilaporkan kepada kita,” pungkasnya.(Robert)