TERKINI:

Soal Kisruh Masyarakat Atas Kegiatan Penimbunan Rawa di Sicanang, Ini Tanggapan Anggota DPRD Medan


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Kecewa dengan kegiatan penimbunan rawa, warga Sicanang yang tergabung dalam FORMASI (Forum Masyarakat Sicanang) melakukan aksi damai untuk yang kedua kalinya.

Ini dilakukan warga Sicanang karena mereka menganggap pelaku usaha Penimbunan rawa tersebut telah melanggar kesepakatan tidak tertulis yang memancing kemarahan masyarakat yang dianggap kebal hukum.

Warga menuntut agar pelaku usaha bertanggungjawab terhadap dampak yang terjadi akibat adanya kegiatan penimbunan tersebut.

"Pelaku usaha harus mengikuti aturan yang berlaku di Negara ini. Apalagi didalam Undang-Undang pasal 27 ayat 1 disebutkan, segala warga negara bersamaan bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan itu tanpa ada pengecualinya,” sebut koordinator aksi, Togu Urbanus Silaen. Senin (28/1/2019).

Sambungnya, agar pelaku usaha terlebih dahulu melengkapi izin usaha, sterilkan tanah dan lumpur yang berserakan di  badan jalan, tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat penimbunan, bertanggungjawab penuh bila ada warga yang terjatuh akibat penimbunan dan membangun drainase agar tidak terjadi banjir.

Selain pihak Polres Pelabuhan Belawan, pemerintah setempat turut hadir untuk memantau warga yang melakukan aksi tersebut. Beredar informasi bahwa, proyek penimbunan rawa yang merupakan tahan kosong tersebut sampai saat ini belum diketahui nama perusahaannya, karena tidak ada ditemukan plank proyek dilokasi penimbunan yang memakai tanah berlumpur tersebut. 

Menanggapi itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Mulia Asri Rambe, SH saat dikonfirmasi wartawan terkait penimbunan lahan kosong yang menyebabkan kondisi jalan berlumpur mengatakan, pihak pelaku usaha seharusnya mematuhi aturan yang berlaku dan tidak menjadikan badan jalan kotor dan berlumpur.

"Sepanjang jalan yang terkena lumpur harus dibersihkan oleh pelaku usaha, jangan dibiarkan begitu saja, pantas saja warga marah,” terang pria yang akrab disapa Bayek (Mulia Asri Rambe) ini.

Lanjutnya, warga masyarakat di Sicanang jangan takut jika melihat ada ketidakberesan dilingkungan mereka, apalagi sampai membahayakan warga yang berkenderaan di daerah Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan tersebut.

"Kita mintakan kepada Camat dan Lurah, agar lebih peka da  peduli terhadap permasalahan warganya tersebut,” pungkasnya.(Robert)