TERKINI:

Limbah PT. SAS Pengolah Udang Timbulkan Bau Busuk dan Cemari Lingkungan


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Warga Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan mulai merasa resah dengan bau busuk yang menyengat dari hasil limbah PT. Sari Ayu Anugerah Semesta (SAS).

Warga mendesak, agar pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan agar melakukan tindakan tegas terhadap PT. SAS tersebut.

Pantauan wartawan dilokasi, Kamis (24/1/2019) siang, Pabrik yang mengelolah udang yang berada di Jalan Titi Pahlawan Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan terlihat air parit hitam dan mengeluarkan bau busuk. Bau busuk tersebut, sangat terasa dalam penciuman bila kita melintas di parit yang tidak jauh dari lokasi pabrik yang memproduksi udang tersebut.

Dahulu warga pernah mengadukan pada pihak Kecamatan dan pihak perusahaan. Karena warga menuntut agar pabrik tersebut menghentikan limbahnya, maka pihak perusahaan membuat dua bak penampungan tempat pembuangan limbah yang ditempatkan di dalam pabrik.

"Memang dulu ada warga yang dibawa masuk ke dalam pabrik untuk melihat langsung pengolahan limbah,” sebut warga.

Tapi anehnya, limbah yang diolah di dalam bak penampungan terlihat bersih. Namun diparit warga airnya berwarna hitam.

"Kalau memang limbah yang dialirkan ke parit warga tidak berbahaya, kenapa ikan dan keong yang biasa hidup di air tidak bisa hidup," cetus warga dengan keheranan.

Sama halnya dengan yang dirasakan Usman (40), pengendara yang kerap melintas didepan PT. SAS.

"Kalau lewat sini gak usah heran baunya. Harus siap siap la menutup hidung karena bau nya terlalu menyengat, sudah jadi ciri khas," kesalnya.

Salah satu karyawati PT. SAS yang akan masuk kerja shift sore dan enggan menyebutkan namanya kepada wartawan mengaku tak tau menahu soal limbah tersebut.

"Saya tidak tau masalah limbah itu bang, saya kan cuma pekerja. Coba abang nanti langsung masuk aja dan tanya langsung sama satpam nya biar abang nanti bisa tanya langsung sama bos, tapi biasanya agak susau masuk kedalam bang," beber karyawati tersebut.

Sementara itu, saat kru media hendak melakukan konfirmasi langsung dengan pihak Manajemen PT. SAS tersebut tidak berhasil ditemui, salah satu security yang memakai baju kaos dan tidak mau menyebutkan namanya tersebut sempat menghambat upaya wartawan untuk mendapatkan keterangan.

"Ada perlu apa bang, maaf bang, bos lagi keluar kota, kami juga tidak berani mengijinkan abang masuk kegudang kalau tidak ada perintah dari bos," pungkasnya.(Robert)