TERKINI:

Kapolda Sumut Tampung Keluhan Nelayan Soal Kelangkaan BBM


KULI-TINTA.COM, LABUHAN - Dalam temu ramah Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH dengan komunitas Nelayan Tradisional di Mesjid Djaa'far Warahmah Jalan Young Panah Hijau Lk VIII Kel Labuhan Deli Kec. Medan Marelan, Jum'at (04/01/2019) siang, terungkap persoalan yang dialami para nelayan.

Dalam kesempatan tersebut Nelayan Tradisional bermohon kepada Kapoldasu agar memfasilitasi warga masyarakat dan Nelayan untuk kemudahan mendapatkan BBM. Warga masyarakat beserta Nelayan berkomitmen menghimbau kepada keluarganya untuk mendukung pemilu yang kondusif.

"Terima kasih kepada Bapak Kapoldasu yang bersedia membantu pembangunan mesjid Djaa'far Warahmah," ucap Pengurus BKM mesjid Djaa'far Warahmah.

Kapolda Sumut Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto,SH,MH Dalam Arahan dan Bimbingannya, mengucap terimakasih kepada jemaah sholat Jum'at yang hadir di Mesjid Djaa'far Warahmah.

Lebih lanjut dikatakannya ucapan rasa syukur kepada Allah SWT karena berkat rahmat-Nya dapat hadir di mesjid Djaa'far Warahmah berjumpa dengan warga masyarakat.

Beliau memohon doa restu kepada para Nelayan, karena dikarenakan diangkat sebagai warga kehormatan Nelayan. Dijelaskannya untuk alat tangkap modern yang merugikan kelompok Nelayan Tradisional akan ditertibkan.

Kapoldasu juga berterima kasih kepada Kapolres Pelabuhan Belawan bahwa di wilayah Belawan tidak ada tawuran antar warga masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Kapoldasu
berjanji akan membantu warga Nelayan untuk mempermudah Nelayan mendapatkan BMM di PT. Pertamina dengan berkordinasi kepada GM PT. Pertamina.

Kapoldasu juga memohon dukungan kepada warga masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan Nasional dan tidak terpengaruh berita bohong dan Agama tidak dibuat untuk Politik.

"Masyarakat di labuhan ada kesulitan mendapatkan BBM untuk nelayan. Dengan itu kita cari solusinya, kita sudah berkomunikasi dengan GM Pertamina yang ada di Belawan ini untuk bagaimana bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk mereka bisa melaut. Karena kalau mereka gak mendapatkan solusi, ini akan mempengaruhi pada taraf hidup mereka. Sehingga tujuan mereka adalah masyarakat sejahtera," jelas Kapolda Sumut kepada wartawan.

Lanjutnya, menyikapi adanya dugaan penyimpangan maupun mafia dalam kelangkaan BBM terhadap nelayan tersebut, dirinya menegaskan akan segera melakukan penyelidikan.

"Kita harus mencari solusi, apapun caranya.
Menyikapi dugaan adanya mafia BBM,
Nanti kita akan cari melalui GM Pertamina apakah ada penyimpangan dalam pendistribusian BBM itu atau tidak. Kalau nggak kan berarti selama ini di distribusi dengan lancar. Kalau ada indikasi itu, kita akan melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan ada tambahan informasi dari pihak pertamina, sehingga kita bisa mengidentifikasi siapa sih pelaku pelaku penyimpangan dari pada pendistribusian BBM tersebut," tegasnya.

Bahkan mantan Waka Polda Sumut ini mengaku akan melibatkan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan nelayan tersebut.

"Ini kan tahun anggaran baru berjalan berapa hari. Kita sudah minta kepada mereka (pemko Medan) untuk alokasikan di tahun anggaran 2019. Mudah-mudahan segera bisa di realisasikan dan permasalahan itu setidaknya bisa berkurang dari 40% bisa lebih kecil dan akan secara bertahap kita upayakan bukan hanya dari bupati walikota tetapi juga kita dorong CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah itu untuk bisa membantu mengupayakan berkat yang ada," ujarnya.

Diakhir sambutannya Kapoldasu memohon maaf kepada warga masyarakat apabila ada penyampaian yang tidak berkenan.

Selanjutnya kegiatan dirangkai dengan pemberian paket sembako secara simbolis dari Kapoldasu kepada warga masyarakat selanjutnya paket sembako akan dibagikan kepada warga masyarakat lebih kurang 600 paket.(Robert)