TERKINI:

Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI di Langkat Ternyata Cucu Korban

Teks Foto : Pelaku pembunuhan pensiunan TNI di Langkat Yopi Ari Prabowo (30)

KULI-TINTA.COM, LANGKAT -
Pelaku pembunuhan pensiunan TNI, Muhammad Amin Ismail (74) di Perumahan Komplek Pemda Jalan Murai Lingkungan X Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Jum'at (30/11/2018) lalu, akhirnya terungkap.

Petugas kepolisian Sat Reskrim Polres Langkat berserta Dit Reskrimum Polda Sumut berhasil mengamankan pelaku pembunuhan sadis tersebut, Jum'at (7/12/2018) dinihari.

Tersangka ialah Yopi Ari Prabowo (30) yang masih merupakan cucu korban.
"Pelaku pembunuhan pensiunan TNI seminggu yang lalu berhasil kita amankan. Tersangka merupakan cucu korban sendiri," jelas Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan kepada wartawan.
Teks Foto : Lilik Suhardi (40) penadah handphone milik korban 

Pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut berawal dari penangkapan penadah handphone korban.

"Tersangka yang kita amankan pertama ialah Lilik Suhardi (40) sebagai penadah handphone milik korban. Kepada petugas, tersangka mengaku memperoleh handphone tersebut dari tersangka Yopi yang menjual kepadanya seharga Rp 80 ribu. Dari situ, kita kembangkan dan menangkap tersangka Yopi di kediamannya," bebernya.

Tanpa perlawanan, tersangka Yopi pun diboyong petugas ke Mako Satreskrim Polres Langkat guna menjalani pemeriksaan. Kepada petugas, tersangka mengaku menghabisi nyawa sang kakek dengan menggunakan ALU milik korban.

"Tersangka menghabisi nyawa korban dengan cara memukulkan ALU milik korban dibagian wajah dan kepala sebanyak tiga kali," tegasnya.

Usai menghabisi nyawa korban, beberapa barang milik korban berupa satu unit handphone merk Nokia warna hitam dan satu unit sepeda merk pacific.

"Sejauh ini, menurut pengakuan tersangka ia nekat menghabisi nyawa korban karena ingin memiliki barang-barang milik korban. Pun demikian masih kita dalami lagi, karena tersangka masih dalam proses penyidikan. Untuk barang bukti berupa ALU yang digunakan tersangka, sudah dibuang di sungai Titi Besi Binjai dan sepeda milik korban dijual kepada penadahnya bernama Pian yang masih dalam pengejaran," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Seorang pensiuan TNI M. Amin Ismail ditemukan tewas mengenaskan dalam rumahnya di Jalan Murai, Keluarahan Kuala Bingei, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (30/11/2018). Penemuan mayat korban itu pun menggemparkan masyarakat setempat yang langsung melaporkannya ke polisi.

Informasi yang dihimpun dilokasi, kronologi peristiwa ini berawal dari kunjungan seorang anggota keluarga ke rumah korban. Kedatangannya untuk mengecek karena sudah beberapa hari korban tak bisa dihubungi.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), anggota keluarga itu mendapati rumah dalam kondisi tidak terkunci. Saat masuk betapa terkejutnya dia ketika melihat almarhum sudah terbujur kaku dengan posisi tertelungkup berlumuran darah di ruang tengah. Anak korban yang datang ke TKP pun tak kuasa menahan sedih melihat kondisi ayahnya yang tewas dengan cara tak wajar seperti itu.

Kanit Reskrim Polres Langkat Ipda Mardianto mengatakan, dugaan sementara penemuan mayat ini merupakan kasus perampokan disertai pembunuhan. Petugas menemukan kotak infaq yang sudah tak ada uangnya di salah satu kamar tamu dalam rumah korban.

"Hasil olah TKP, kami temukan kotak Infaq yang isinya sudah kosong, sepasang sandal, tiga parang di bawah rak piring dan satu potong kemeja yang berlumuran darah," ujar Mardianto.

Terkait dengan pelaku, Mardianto mengungkapkan masih melakukan pendalaman hasil olah TKP untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.

"Kasusnya masih kami selidiki untuk mengungkap motif dan pelaku. Jenazah korban juga kami bawa ke rumah sakit untuk kepentingan autopsi,” ujarnya.(Robert)