TERKINI:

Oknum Kepling 'Nakal' Diduga Palsukan KK Warganya


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Sulitnya pengurusan administrasi masyarakat, dimanfaatkan oleh oknum Kepala Lingkungan demi meraup keuntungan dari warganya.

Oknum Kepala Lingkungan tersebut berinisial BN (58) yang bertugas di Lingkungan 3 Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal.

Terungkapnya aktifitas ilegal nya dengan dugaan pemalsuan data keluarga di lingkungan tempat ia bertugas, saat keluarga Julinar (33) dan Nesia Budiharjo (58) melakukan perekaman e-KTP di Kantor Camat Medan Sunggal pada September 2018 lalu.

Bersama sang suami, Julinar dikejutkan atas keterangan petugas yang menyatakan bahwa KK yang mereka miliki saat ini tidak terdata di Disdukcapil dan diduga kuat palsu. Mendapatkan informasi tersebut, lantas membuat Julinar mempertanyakan hal tersebut kepada BN sang oknum Kepling yang mengurus KK mereka. Dengan enteng, BN menjawab bahwa hal tersebut terjadi kesalahan sistem di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

"Saat dijelaskan petugas kantor Kecamatan Medan Sunggal bahwa KK saya itu diduga palsu, saya langsung mendatangi kantor Disdukcapil Medan untuk melakukan pengecekan. Petugas Disdukcapil pun menyatakan bahwa KK kami tidak terdata dan diduga palsu. Saya kembali mempertanyakan hal itu sama pak Kepling (BN-red) dan dia bilang ada kesalahan sistem, langsung diambilnya KK kami itu dan berjanji akan segera mengurusnya. Namun, hingga saat ini belum juga terealisasi janjinya itu," jelas wanita yang akrab disapa Nina kepada wartawan, Minggu (16/12/2018) sore.

Dijelaskan ibu anak 4 ini, KK diduga palsu itu diurus mereka melalui BN pada tahun 2011 dengan memberikan biaya sebesar Rp 450 ribu. Bahkan kecurigaan mereka pun mulai timbul saat setiap proses pemilihan kepala daerah, data KK mereka tidak terdaftar.

"Saya juga pernah regristasi kartu selular, ditolak juga. Tapi, saya sesalkan kenapa KK yang mau digantinya itu sampai saat ini belum juga diurusnya. Kami jadi kesulitan untuk mengurus dokumen yang lainnya. Kami minta kepada Pak Camat agar segera menindak Kepling ini," ketusnya.

Tak hanya Nina, hal serupa juga dialami oleh Nesia Budiharjo. Ibu anak 2 ini awalnya mengurus surat pindah dari Kecamatan Medan Helvetia ke Kecamatan Medan Sunggal pada tahun 2004 lalu. Seluruh administrasi sebagai syarat pemindahan domisili diserahkannya kepada BN. Ternyata, ibu rumah tangga ini dikecewakan dengan hilangnya seluruh berkas pemindahan itu yang dilakukan oleh BN.

"Waktu itu, saya urus pindah domisili bayar Rp 300 ribu. Tapi, saya kesal sama dia (BN-red) karena berkas saya dibilangnya sudah hilang. Sampai sekarang, kalau saya tanya sama dia, selalu buang badan. Makanya, saya tidak punya KTP dan KK sampai saat ini," kesal Nesia.

Dikatakan janda anak 2 ini, dirinya terus mendesak BN untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Lantas, BN pun memberikan KK diduga palsu pada bulan Oktober 2018 lalu. Terbongkarnya KK palsu itu, saat dirinya melakukan perekaman e-KTP di kantor Camat Medan Sunggal.

Lagi-lagi, petugas di Kecamatan Medan Sunggal mengatakan nomor KK yang dipegang olehnya tidak terdata. Lantas, Nesia pun mendatangi BN kembali guna meminta pertanggung jawabannya. Oknum Kepling itu meyakinkan KK itu asli dengan membawa Nesia melakukan rekaman e-KTP di kantor Camat Medan Helvetia.

Ternyata, BN beralasan mati lampu. Untuk mensiasati itu, BN meminta pas foto Nesia untuk dibuatkan resi KTP. Setelah itu, Nesia mendapatkan resi KTP yang dibuat oleh BN yang diduga dicetak secara manual atau palsu.

"Saya heran, kenapa resi KTP saya pake pas foto, setahu saya tidak bisa, karena resi fotonya online. Yang jelas, saya sudah capek dibodohi Kepling itu, bahkan saya juga pernah ngamuk ke Kantor Walikota. Makanya, kemarin dibuatnya KK palsu," bebernya.

Ditegaskan Nesia, ia sangat kesal dengan kinerja Kepling tersebut. Bahkan, oknum Kepling itu selama ini tidak tinggal di lingkungan tempat tugasnya.

"Kenapa masih dipelihara Kepling seperti itu? Lihatlah, tinggalnya saja di luar lingkungan itu, bagaimana mau ngurus warganya. Parahnya, urusan yang dikerjakan kepling itu melanggar hukum dengan membuat KK palsu. Saya ingin segera dicopot saja dia (BN-red)," kesal Nesia.

Camat Medan Sunggal, Indra Nasution dikonfirmasi meragukan laporan warga yang menerangkan KK palsu yang dibuat oleh Keplingnya. Ia meminta bukti atas tudingan itu, bahkan ia menganjurkan untuk melaporkan secara tertulis ke kantor Camat Medan Sunggal.

"Kalau memang benar, silahkan laporkan kemari. Bisa kita lihat benar atau tidak, jangan asal bilang saja, kita perlu bukti," tantang camat.(Robert)