TERKINI:

Diciduk Saat Transaksi Motor Curian, Pria Ini Komplotan Spesialis Curanmor


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Petugas kepolisian Tim Pegasus Polsek Medan Helvetia berhasil mengamankan seorang dari lima pelaku spesialis curanmor di wilayah hukumnya, Selasa (11/12/2018) siang lalu.

Tersangka yang diamankan petugas yakni MK (17). Informasi dihimpun dikepolisian, tersangka berhasil diamankan setelah petugas melakukan penyelidikan dan pengintaian hingga akhirnya menggagalkan transaksi sepeda motor curian.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban yang tertuang dalam nomor laporan : LP/840/XII/2018/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN HELVETIA. Dalam laporan korban, dirinya dihampiri oleh orang tak dikenal berjumlah lima orang saat berada di Griya Done, Jum'at (7/12/2018) sore lalu. Saat itu korban diajak para pelaku untuk mengikuti pertandingan futsal," jelas Panit Idik I Reskrim Polsek Medan Helvetia Ipda Sahri Sebayang, Jum'at (14/12/2018) siang kepada wartawan.

Berhasil memperdaya korban, para pelaku pun membawa korban ke rumah pelaku MK untuk mengambil formulir pertandingan. Saat itu pula korban pergi terpisah bersama tiga pelaku, sementara itu sepeda motor Yamaha Vixion miliknya ditinggal bersama dua pelaku lainnya.

"Ditengah perjalanan, tepatnya di Jalan Gaperta, korban meminta untuk kembali ke rumah pelaku mengambil sepeda motornya. Namun, pelaku tak mengindahkan permintaan korban dan akhirnya korban bersikeras turun dari sepeda motor pelaku. Setibanya korban dirumah pelaku, ternyata sepeda motornya tidak ada lagi dan bersama orangtuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Helvetia," bebernya.

Setelah melakukan penyelidikan, dibantu oleh korban, petugas mengintai pelaku yang hendak melakukan transaksi. Yakin bahwa sepeda motor tersebut adalah milik korban, petugas langsung melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka beserta barang bukti yang kemudian dibawa ke Mako Polsek Medan Helvetia.

"Untuk saat ini kita masih lakukan pengembangan dan empat tersangka lainnya yakni RG (23), TF (24), AZ (18) dan IM (15) sudah kita tetapkan sebagai DPO dan dalam pengejaran. Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun," pungkasnya.(Robert)