TERKINI:

3 Pelaku Sindikat Pembobol Mesin ATM Lintas Daerah Dilumpuhkan Polisi


KULI-TINTA.COM, TANGERANG - Kapolda Banten Brigjen Pol Drs Tomsi Tohir M.Si bersama Kapolresta Tangerang beserta jajaran melaksanakan kegiatan press release terkait pengungkapan kasus pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di lobby Mapolresta Tangerang, Rabu (12/12/2018) pagi sekira pukul 09.30 WIB.

Kapolda Banten menyampaikan bahwa pengungkapan kasusnya tak lepas dari Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif SIK serta Kasat Reskrim AKP Gogo Galesung dan Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega membekuk 3 tersangka yang meresahkan masyarakat itu. 

Ketiga tersangka yang diamankan adalah MJS (51) warga Kampung Kebon Kalapa Kecamatan Psarkemis Kabupaten Tangerang, IZ (25) warga Kelurahan Bailangu Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, UN (47) warga Keluarahan Poris Plawad Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Sedangkan 3 tersangka lainnya yang masih buron yakni ER, RD alias Joko, dan Oyok ditetapkan sebagai daftar pencarian orang.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang kemudian Tim Satreskrim Polresta Tangerang melakukan pendalaman atas laporan itu. Pada tanggal 2 Desember 2018, Tim Satreskrim Polresta Tangerang berkoordinasi dengan tim dari Polres Serang. Koordinasi itu dilakukan agar upaya penangkapan para pelaku bobol ATM lintas daerah itu dapat berjalan dengan baik," jelas Brigjen Pol Drs Tomsi Tohir kepada wartawan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa komplotan ini telah beraksi di beberapa daerah di Indonesia seperti di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dan berhasil membawa lari uang sebesar Rp 220 juta. Kemudian di daerah Salatiga berhasil menggondol sekitar Rp 60 juta.

"Di wilayah Banten yakni Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Di wilayah Serang dan Kabupaten Tangerang, komplotan ini diperkirakan berhasil meraup uang kejahatan sebesar hampir Rp 1 miliar. Dari informasi yang didapat, komplotan ini 3 kali melakukan aksinya di wilayah Banten yaitu tanggal 19 dan 27 Oktober 2018 serta 6 November 2018," bebernya.

Setelah berhasil mengidentifikasi para tersangka, petugas langsung melakukan penangkapan kepada tersangka MJS di tempat persembunyiannya di Perumahan Flamboyan Desa Munjul Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang pada 3 Desember 2018. Keterangan yang diberikan MJS mengarahkan petugas untuk meringkus tersangka lain yaitu IZ yang diciduk di daerah Tanah Abang, Jakarta.

"Tersangka IZ kemudian memberi keterangan bahwa tersangka UN bersembunyi di kediaman saudaranya di daerah Priuk Gembor, Kota Tangerang. Pada saat para tersangka diminta menunjukkan lokasi disembunyikannya alat-alat yang digunakan untuk aksi kejahatan, ketiga tersangka mencoba melawan dan melarikan diri. Polisi pun mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki ketiga tersangka," tegasnya.

Kepada petugas, para tersangka mengaku membobol mesin ATM dengan modus menjebol atap plafon dan membobol mesin ATM dengan alat las. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan alat-alat yang diduga digunakan para tersangka saat melancarkan aksi jahatnya. Alat-alat itu diantaranya 1 buah tabung oksigen, gergaji, tang, kunci pas, kunci inggris, dan blender potong.

"Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kini harus mendekam di tahanan Polresta Tangerang. Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara itu, kami tekankan akan terus mengepung tersangka lain yang sudah menjadi DPO," pungkasnya.(Robert)