TERKINI:

Tiga POJF Prapidkan Polsek Sunggal, Sidang Pertama Termohon Absen

Teks Foto : Hakim Ketua Tengku Oyong SH MH dan Panitera Pengganti (PP) Hj Nahlah SH saat memimpin sidang Prapid dan dihadiri kuasa hukum PT Olivia Jaya Nusantara di Ruang Cakra VI, PN Medan.(Ist)

KULI-TINTA.COM, MEDAN - Pasca penahanan terhadap ketiga Petugas Objek Jaminan Fidusia (POJF) oleh Polsek Sunggal beberapa waktu lalu, ketiga pekerja dari PT Olivia Jaya Nusantara ini akhirnya menempuh jalur hukum.

Ketiganya yakni Amrin Hutagalung (30), Alvin Hutagalung (25) dan Oskar Bungaran M Harianja (53) melakukan praperadilan terhadap Polsek Sunggal yang dinilai cacat hukum melakukan penahanan terhadap mereka tanpa dasar yang jelas.

Sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Medan, yang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Tengku Oyong SH MH dan Panitera Pengganti, Hj Nahlah SH berjalan lancar di ruang Cakra VI.

Anehnya, pihak Termohon (Polsek Medan Sunggal-red) tak terlihat menghadiri persidangan praperadilan tersebut. Ditengah persidangan, Hakim Ketua Tengku Oyong SH MH membacakan isi surat Pemohon Prapid tersebut.

"Sidang ditunda karena tidak hadirnya pihak Polsek Medan Sunggal. Sidang berikutnya dijadwalkan hari Senin (12/06/2018) mendatang," jelas Tengku Oyong SH MH didalam persidangan.

Dalam perjalanan sidang, Tengku Oyong SH MH mengatakan pada sidang ke-2, akan langsung memintakan jawaban.
"Pada sidang ke-2 nanti akan kita mintakan jawaban," tegasnya.

Sementara itu, Dirut PT Olivia Jaya Nusantara, D Marthin Siahaan ST mengatakan, ia sangat menyesalkan sikap dari pihak Polsek Medan Sunggal karena tidak hadir.
"Sangat kita sesalkan juga karena pihak Polsek Medan Sunggal tidak hadir," bebernya.

Terkait sidang Praperadilan tersebut, Panitera Pengganti (PP), Hj Nahlah SH saat ditemui diluar persidangan enggan memberikan komentar. "Saya tidak tahu menahu. Untuk pastinya tanyakan ke Humas saja," ujarnya sambil berjalan meninggalkan lokasi

Sementara itu, Humas PN Medan, Jamaluddin SH yang dihubungi via telepon selulernya dan dikirim SMS (pesan singkat), tak menjawab. Ditanyai terkait hal itu via WhatAssp, juga tak ada balasan. Hal serupa juga terjadi saat Kepala PN Medan, Dr Djaniko Girsang SH MHum, saat dihubungi.(Robert)