TERKINI:

Masyarakat Kepni Dukung Suasana Dachi Dalam Pileg 2019


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, seluruh elemen dan lapisan masyarakat memberikan dukungan penuh kepada para calon legislatif untuk mewakili aspirasi masyarakat.

Hal ini pun membuat HIMONI menyelenggarakan diskusi di Jalan Sei Putih Baru No. 19, Medan, Senin (5/11/2018) malam.

Diskusi tersebut pun dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan ormas kepemudaan Ono Niha yang ada di Medan dan sekitarnya. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Anjelius Bago dan diawali oleh doa yang dipimpin oleh Pdt. Yasona hulu, STh.

"Terlaksananya acara ini atas ide dari teman-teman Himpunan Masyarakat Ono Niha (HIMONI) demi terwujudnya pemilu yang berkualitas pada pesta demokrasi pileg 2019 mendatang," jelas ketua panitia Notafati Halawa S.IP.

Tema "Siapakah Caleg Ono Niha yang Berpeluang Menuju DPR-RI periode 2019-2024" sebagai materi diskusi yang digelar sebagai bentuk partisipasi masyarakat yang berdaulat dan cinta demokrasi.

"Acara ini terlaksana atas inisiatif positif dan kerja keras paniti dan tanpa di donaturi oleh pihak manapun. Melalui diskusi ini saya meyakini bahwa seluruh hadirin dapat memilih dan memilah caleg yang berpeluang dan tidak berpeluang/hanya pelengkap bursa calon, berdasarkan materi yg disampaikan oleh kedua narasumber," bebernya.

Turut hadir sebagai narasumber yakni Sudirman Ziliwu SE selaku sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) daerah SUMUT dan Ricardo Lo'i S.Pd.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan, marilah memilih berdasarkan penilaian dirinya bukan atas dorongan uang, faktor saudara, suku dan lain-lain.

"Untuk menjadi pemilih cerdas, obyektif dan rasional, pemilih tentunya harus tahu dan memahami apa yang dibuat ketika calon pilihannya itu menang. Apa dan bagaiman visi misinya, apa yang logis dan realistis bisa dilaksanakan atau tidak dan tentunya yang memiliki intregritas, konsisiten dan berkomitmen," ungkap Sudirman.

"Pemilu yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap kesinambungan pembangunan suatu daerah. Maka dari itu pemimpin terbaiklah yang akan terpilih dan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan untuk kepentingan rakyatnya. Partisipasi masyarakat akan sangat menentukan seberapa jauh keberhasilan sebuah sisem demokrasi," tambahnya.

Pengalaman Laia SH mewakili mahasiswa menyampaikan agar mahasiswa berperan aktif untuk memilih pemimpin yang dapat diandalkan untuk menampung aspirasi masyarakat lima tahun kedepan.

"Kita manfaatkan kesempatan ini untuk menyatukan persepsi. Ketika kita salah memilih maka ono niha tidak akan mampu membawa perubahan untuk Sumatera Utara ini terkhususnya Pulau Nias," tegasnya.

"Calon yang kita harapkan adalah mampu menampung dan merealisasi dan mewujudkan aspirasi masyarakat itu yang terpenting buat kita," tambahnya.

Sementara itu, Dofu Gaho mewakili orangtua menambahkan bahwa dari 11 orang caleg ono niha, sosok yang humanis yang mampu menampung dan merealisasi aspirasi ono niha adalah Suasana Dachi SH.

"Seperti yang kita ketahui bahwa bapak Suasana Dachi mempunyai rekam jejak politik yang baik dan mumpuni. Beliau juga bersih dari korupsi dan kita mengetahui mitra kerja Suasana Dachi pada periode 2009-2014 terjerat kasus korupsi yang di amankan KPK. Beliau juga menjadi anggota DPR-RI dari fraksi Gerindra pada pesta demokrasi 2014 dan duduk di Komisi II serta selalu berjuang untuk pembentukan Provinsi kepulauan Nias," ujar ketua AJH ini.(Robert/Fam Zai)