TERKINI:

Lurah Karang Berombak Terima Kunjungan Peserta Diklat Fungsional Dasar BKKBN Provsu

Teks Foto : Lurah Karang Berombak, Suhardi SE MM (dua dari kiri) saat menerima rombongan Diklat BKKBN Provsu

KULI-TINTA.COM, MEDAN - Sekitar tiga puluh orang peserta Diklat BKKBN Provsu tiba di Kelurahan Karang Berombak, Senin (26/11/2018) pagi.

Adapun kedatangan para peserta dari berbagai daerah se-Sumatera Utara ini untuk menerapkan dari pendidikan yang telah mereka pelajari selama ini.

Lurah Karang Berombak, Suhardi SE MM menerima kedatangan pada rombongan peserta dan memberikan kata sambutannya didampingi para Kepala Lingkungan se-Kelurahan Karang Berombak.

"Jadi dalam hal ini para peserta telah melakukan pendidikan secara teori selama 28 hari. Para peserta diklat BKKBN pada hari ini mendapatkan tugas untuk belajar mengenai praktek dari pembelajaran yang selama ini mereka pelajari dalam hal ini di kampung kami tepatnya di Lingkungan XII Kelurahan Karang Berombak," jelas Suhardi kepada wartawan.

Lanjutnya, dalam hal ini Pemko Medan menunjuk Kecamatan Medan Barat khususnya Kelurahan Karang Berombak melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan.

"Jadi Kecamatan Medan Barat ini di tunjuk oleh Pemko Medan dalam hal ini Kelurahan Karang Berombak dan saya memilih Lingkungan XII sebagai percontohan kampung KB. Kenapa Lingkungan XII? Karena memang secara syarat untuk kampung kami itu kriterianya lebih sesuai di Lingkungan XII. Dimana daerahnya pinggiran sungai, banyak warga miskin, capaian KB nya rendah, dan lain-lain," bebernya.

Pihaknya telah membentuk Kelurahan XII sebagai kampung KB sejak Mei 2017 lalu.
"Jadi, kegiatan kampung KB di Kelurahan Karang Berombak telah berjalan sesuai program pemerintah dan masing-masing program itu telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan nya yaitu paling sedikit itu ada pertemuan tentang kampung kami yang melibatkan lintas sektoral, jadi disinilah para peserta Diklat belajar seperti apa sebenarnya penerapan kampung KB itu," ujarnya.

Ia juga berharap ilmu yang didapat para peserta nantinya dapat diterapkan di daerah asal dari masing-masing peserta.

"Kenapa kota Medan menjadi contoh? Medan kan Ibukota Provinsi tentunya kita diharapkan lebih dari daerah lainnya. Tentunya dukungan yang kami berikan ialah dengan menyesuaikan kegiatan mereka dilapangan. Misalnya mereka mau mengambil data, kita siap membantu mendampingi peserta Diklat untuk berkunjung ke rumah rumah penduduk seperti apa pelaksanaan kampung KB selama ini," pungkasnya.(Robert)