TERKINI:

Kreativitas Karya WBP Rutan Klas IIB Labuhan Deli Mampu Bersaing di Bangsa Pasar



KULI-TINTA.COM, LABUHAN - Menjalani masa hukuman bukan alasan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas II B Labuhan Deli untuk berkarya.

Hasil karya nya pun cukup bervariatif dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Bahkan hasil karya mereka seperti sapu lidi, membuat pesanan papan bunga, prakarya mirip kapal pesiar, Masih banyak lagi kualitasnya sangat baik dan bisa dipasarkan di luar rutan, Kamis (15/11/2018).

Lewat tangan dingin para warga binaan tersebut maka terciptalah suatu karya yang layak diberikan acungan jempol. Mereka berhasil menciptakan terobosan membuat kerajinan sapu lidi dan langsung mendapat dukungan dari Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, Amd, IP, SH.

Salah satu warga binaan Sakti Putra Nasution mengatakan untuk ide pembuatan kerajinan sapu lidi tersebut timbul atas rasa keprihatinan senasib dan sepenanggungan dalam menjalani masa hukuman di Rutan Labuhan Deli dan ternyata idenya itu mendapat dukungan dari WBP..

Setelah sepakat, Sakti Putra Nasution dan WBP pun menyampaikan gagasannya tersebut kepada Kepala Rutan yang saat itu langsung diaminkan oleh beliau.

"Ide membuat sapu lidi itu muncul tiba-tiba aja Bang, dengan dasar senasib dan sepenanggungan. Dan yang lebih menggembirakan lagi ternyata ide itu langsung didukung Pak Nimrot," jelas Sakti.

Lanjut Sakti, dari hasil pembuatan sapu lidi tersebut dirinya memberikan upah sebesar Rp 1500 untuk setiap satu batang sapu lidi kepada setiap WBP, jumlah pekerjanya sekitar 20 orang.

"Harganya bervariasi, mulai dari harga Rp 6.000,- s/d Rp 13.000,-. Selain menjual kepada keluarga WBP yang berkunjung ke Rutan, sapu lidi itu juga kami jual ke daerah Titi Papan, Petisah, Tanjung Morawa dan Irian Supermarket lewat bantuan Pak Ka Rutan," bebernya.

Sakti berharap, agar pemerintah dan instansi terkait tergerak hatinya membantu mereka dalam menjual dan memasarkan produk sapu lidi itu.
Sementara itu, Kepala Rutan Klas IIB Labuhan Deli Nimrot Sihotang, Amd, IP, SH mengatakan pada prinsipnya Rutan memiliki konsep memanusiakan manusia.

"Pada dasarnya Rutan memiliki konsep memanusiakan manusia, karna itu kita langsung mendukung ide pembuatan sapu lidi itu," tegasnya.

Lanjut Nimrot, dalam hal kaitan pembuatan sapu lidi tersebut Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto sendiri sangat mengapresiasi hasil kerja para WBP.

"Terbukti belum lama ini Kapolsek meninjau langsung lokasi pembuatan sapu lidi yang berada di lantai tiga Rutan Klas IIB Labuhan Deli," ungkapnya.

Sementara saat ditanya tentang apakah dalam hal menjual dan memasarkan produk sapu lidi hasil karya anak bangsa tersebut, pihak Rutan pernah mengundang ataupun mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang dalan hal ini Dinas Koperasi ataupun Dinas Kebersihan.

"Kita memang belum pernah mengundang Pemko Medan apalagi mendapat bantuan dari Dinas terkait tentang bagaimana cara menjual dan memasarkan hasil karya anak bangsa Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Klas IIB Labuhan Deli ini," ujarnya.

Hasil pantauan wartawan, meski sedang menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan Klas II B Labuhan Deli, Namun tidak menyurutkan niat para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menciptakan suatu karya hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah secara halal.

Cara pengerjaan kerajinan sapu lidi buah karya Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Labuhan Deli itu memang terbilang rapi, awet dan terlihat kuat.

Mulai dari gagang kayunya hingga pengikatnya yang terbuat dari eceng gondok. Hasil kerajinan tangan dari Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Labuhan Deli Kota Medan Sumatera Utara memiliki nilai ekonomis dan nilai jual.(Robert)