TERKINI:

Puluhan Kios Tak Berizin Berdiri di Atas Lahan PT KAI Belawan, Hanya 1 Kios yang Dibongkar


KULI-TINTA.COM, BELAWAN - Akhirnya petugas Satpol PP Medan melakukan pembongkaran terhadap kios diduga tak berizin yang berdiri diatas lahan PT. KAI Jalan Stasiun, Medan Belawan, Senin (1/10/2018).

Bersama petugas Kecamatan Medan Belawan, pihaknya didampingi petugas kepolisian Polres Pelabuhan Belawan terlebih dahulu melaksanakan apel di halaman Kantor Camat Medan Belawan.

Ratusan petugas gabungan langsung meluncur ke lokasi, kehadiran petugas sempat mendapat penghadangan dari pihak pemangku kepentingan di lahan tersebut.

Dengan menggunakan alat yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, pihaknya langsung membongkar salah satu kios yang berada di sudut pertokoan kondisinya masih belum rampung.

“Hari ini kami datang untuk membongkar seluruh bangunan itu. Semua memang harus kita bongkar,” tegas Kasat Pol PP Kota Medan, M. Sofyan dilokasi.

Selama proses penbongkaran berlangsung, ternyata pihak utusan pengembang meminta mereka yang akan membongkar sisa bangunan. Karena ada kesepakatan tersebut, petugas tidak membongkar rata seluruh kios tak berizin tersebut.

Menanggapi kesepakatan itu, petugas Satpol PP memilih meninggalkan areal lokasi dengan membawa kembali alat berat yang sudah mereka persiapkan menuju ke Medan.

Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan pihaknya akan tetap mengawasi bangunan tersebut dan menghentikan proses pembangunan. Pembongkaran tersebut, telah membuktikan Pemko Medan serius untuk menertibakan bangunan ilegal di Belawan

“Sudah jelas, tidak ada tebang pilih menertibkan bangunan ilegal di Belawan. Jadi, selama bangunan di lahan PT KAI itu tidak ada izin, bangunan itu tidak bisa dibangun, jadi kita tunggu proses izin dari pihak pengelola,” kata Ahmad.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Belawan, H Irfan mengaku kecewa dengan Pemko Medan yang telah membuat program untuk Belawan, tapi tidak mampu memberikan kenyataan bagi masyarakat.

Hal tersebut terbukti dari penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang banyak dirugikan, dengan prasarana masyarakat yang dihancurkan. Artinya, penertiban itu tidak memberikan hasil maksimal dengan menghasilkan kawasan kumuh.

“Jangan hanya berani dengan PKL, apalagi kita lihat hanya satu kios yang dibongkar, ini menjadi tanda tanya di masyarakat. Kalau memang mau menertibkan, jangan hanya sebatas seremoni. Ini membuktikan ketidakmampuan dalam menata Belawan,” ketus H Irfan Hamidi.(Robert)