TERKINI:

Dampak Buruk Pembangunan Gedung PT. Pelindo I (Persero) Bagi Masyarakat Belawan


KULI-TINTA.COM, BELAWAN - Jalan Raya Pelabuhan Belawan tepatnya di depan gedung elite nan megah yang bakal menjadi Kantor Pelindo I (Persero) sudah menjadi langganan banjir.

Para masyarakat bahkan para pengguna jalan raya Pelabuhan Kota Belawan, mengaku kesal. Pasalnya, genangan air hujan di kawasan tersebut kerap menghambat arus lalu lintas.

Warga sekitar menilai, genangan air hujan di Jalan Raya Pelabuhan II Belawan persisnya didepan kantor Bank Mandiri dan kantor Pelindo I yang baru dibangun tersebut akibat sistem drainase yang tidak diperhatikan.

"Kami warga Belawan berharap Pemerintah maupun pihak PT. Pelindo I segera tanggap memperbaiki saluran drainase yang tumpat agar aliran air berjalan lancar, kalau genangan air dibiarkan tergenang maka infrastruktur jalan nantinya cepat rusak. Padahal jalan raya Pelabuhan Belawan ini merupakan jalan inti di kota Belawan, apakah begini sebagai ikon kota International Pelabuhan," ketus Erwin warga sekitar.

Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan para pengguna jalan. Apalagi air yang menggenangi jalan itu sangat kotor dan beraroma tidak sedap.

"Jalan dan lingkungan rumah warga sering digenangi dan dibanjiri air jika tiba musim air pasang dari laut dan hujan deras," bebernya.

Senada dengan Erwin, Tokoh Pemuda sekaligus juga Calon Legislatif dari Partai Gerindra M Padli, Jum'at (7/9/2018) menuturkan dan menegaskan lagi ketika kongkow pada awak media diseputaran kota Belawan, salah satu penyebabnya drainase yang mengaliri air hingga kelaut kondisinya sangat buruk dan banyak yang tersumbat.

"Seharuanya, Pemko Medan segera mengatasi banjir ini dengan memperbaiki drainase yang buruk tersebut dan mungkin saat pengerjaannya asal jadi saja," harapnya.

Kondisi itu diperburuk dengan adanya penimbunan paret oleh pihak PT. Pelindo I, dimana air sering tergenang sehingga menyulitkan warga untuk melintas.

Dikatakan Caleg DPRD Medan Dapil II dari Partai Gerindra, sudah seharusnya Pelindo I membangunan secara permanen tanggul keliling dengan menggunakan tekhnologi canggih sehingga tidak lagi banjir.

"Dampak dari sistem drainase yang sudah banyak tertutup, disebabkan maraknya aksi penimbunan lahan serta pembangunan gedung maupun gudang-gudang menyebabkan kurangnya daerah resapan air. Jangan biarkan Kota Belawan yang dikenal dengan sebutan Kota Pelabuhan ini menjadi kota terkumuh nantinya," ungkap Padli.

Terpisah, Camat Belawan Ahmad SP yang dikonfirmasi terkait banjir terjadi  di Jalan Raya Pelabuhan II Belawan mengatakan bahwa Jalan Raya tersebut sudah direncanakan akan dibangun dengan menambah ketebalan jalan menjadi nantinya 60 cm oleh pihak PT. Pelindo I.

"Saya pun baru tahu kalau Jalan Raya Pelabuhan II itu bukan kewenangan Pemko Medan melainkan akan dibenahi pihak Pelindo 1 nantinya," pungkasnya.(Robert)