TERKINI:

Aksi Penyerangan Toko Tomb Rider Oleh Oknum TNI di Medan Johor Berujung Perdamaian, Ini Kesepakatannya


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Pasca aksi penyerangan toko games Tomb Rider di Jalan Brigjen Zein Hamid, Medan, Minggu (23/9/2018) malam, lalu, oleh sejumlah pria berambut cepak disebut-sebut sebagai oknum TNI AU akhirnya berujung pada perdamaian.

Melalui keterangan pers nya, Komandan Lanud Soewondo Kolonel PNB DIRK Poltje Lengkey didampingi Dansatpom AU  Mayor Pom  I Gede Eka Santika menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah melakukan perdamaian.

"Terkait kesalahpahaman yang mengakibatkan aksi penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang anggota TNI AU, Pelda Muhammad Chalik, Ba. Sarban Dislog Lanud Soewondo, yang dilakukan oleh dua orang warga bernama Joni dan Jaya telah diselesaikan secara kekeluargaan dalam bentuk surat perjanjian," jelasnya kepada wartawan, Selasa (25/9/2018) siang.

Dalam perjanjian yang tertulis tersebut bahwa Joni dan Jaya benar telah melakukan penganiayaan terhadap Pelda Muhammad Chalik hingga mengalami luka dibawah mata sebelah kiri, memar dikepala dan punggung sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di RS. Putri Hijau, Medan.

"Saudara Joni dan Jaya menanggung seluruh biaya perobatan Pelda Muhammad Chalik hingga sehat. Saudara Joni juga berjanji tidak akan melakukan penuntutan pada pihak manapun mengenai permasalahan tersebut. Apabila dikemudian hari yang bersangkutan kembali melakukan perbuatannya, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Dengan ditandai surat perjanjian tidak akan menuntut dengan apapun, kesepakatan bersama tersebut selesai dituangkan dalam materai dan ditandatangani oleh pihak-pihak terkait. Bahkan diakhir perjanjian tersebut, Joni dan Jaya membacakan surat penyataan dan perjanjian perdamaian melalui video yang telah tersebar.(Robert)