Pria Ngaku Sebagai Honorer Mahmil Diduga Tipu Babinsa Kodim 0201/BS Rp 15 Juta Dengan Dalih Perdamaian


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Selain ketidakadilan yang dialami oleh Sertu Sahata Sijabat usai menangkap pelaku pencurian dirumahnya hingga dirinya berujung dalam kurungan penjara selama 3 bulan usai disidangkan di Mahmil, muncul kasus penipuan yang dialami.

Dikala itu, dirinya sempat dihampiri oleh oknum mengaku honorer Mahmil berinisial SP dan menawarkan jasa sebagai mediator dalam kasus yang menimpanya. Bukan penyelesaian yang ia terima, malah upaya yang ditawarkan tersebut tidak membuahkan hasil dan memberatkan dirinya.

"Saat itu dia (SP-red) mengaku sebagai honorer Mahmil dan perwakilan pelapor datang kepada saya dan meminta uang Rp 15 juta sebagai bentuk perdamaian dan berjanji mampu meredam laporan terhadap saya. Pada saat itu saya sanggupi saja agar saya tidak terganggu dalam dinas dan berharap permasalahan ini selesai. Apa yang terjadi? Malah saya disidangkan dan divonis tiga bulan penjara di Mahmil. Saya ditangguhkan karena mau tahun baru, namun habis tahun baru saya kembali di tahan," beber Sahata.

Merasa uang yang diserahkan kepada pria berinisial SP mengaku honorer Mahmil tersebut sia-sia tak membuahkan hasil, membuatnya kembali meminta kembali uang tersebut.

"Saat saya minta kembali uang Rp 15 juta yang saya serahkan kepada dia (SP-red), malah buang bola dan mengatakan bahwa uang itu sama orang Kumdam I/BB. Saya datangi orang yang dimaksud, malah kembali melempar bola dengan mengatakan bahwa uang tersebut sama si SP," ketusnya.

Sahata pun meminta kepada bapak Pangdam I/BB agar membantu kasus ketidakadilan menimpa dirinya itu agar digelar ulang dan ditinjau kembali. Menurutnya statusnya yang menjadi korban dalam peristiwa pencurian dirumahnya tersebut malah dijadikan tersangka setelah berhasil menangkap salah satu terduga pelaku kawanan pencurian dirumahnya itu sangat lah tidak lazim.

"Saya tidak tau lagi mau melaporkan hal ini kepada siapa. Saya harap, melalui pemberitaan ini saya mendapatkan keadilan. Sudah kelewat si SP ini, dia ngaku mau memediasi. Malahan uang saya itu di gelapkannya, tega dia menipu saya dan mempermainkan saya," ucapnya.

Dirinya sangat memohon kepada rekan-rekan media agar mengungkap kasus yang menimpa dirinya itu.

"Sama siapa lagi saya minta bantuan, sama Ankum malah jadi berat saya, dana hilang pekerjaan terganggu dan malah saya mau dijebloskan lagi ke sel. Saya sangat bermohon kepada rekan-rekan media agar menyambungkan kasus yang menimpa saya ini kepada Bapak Pangdam. Saya sudah siap apa yang terjadi dan siap dihukum apabila salah. Saya korban, saya yang nangkap pelaku, malah saya dihukum. AGE AMANGGGGG....!! DIMANA KEADILAN ITU, MANA KEADILAN ITU, SAYA PRAJURIT YANG JADI KORBAN KOK GAK DIBANTU," cetusnya.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa