Wong Chun Sen Minta Pihak Rumah Sakit Jangan Tolak Pasien Penderita HIV/AIDS



KULI-TINTA.COM, MEDAN - Maraknya penolakan pasien pengidap penyakit HIV/AIDS dari pihak rumah sakit swasta dan pemerintah, menjadi sorotan anggota DPRD Medan.

"Seluruh pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan penunjang milik pemerintah maupun swasta dilarang menolak memberikan pelayanan kepada pasien yang terinfeksi HIV dan AIDS,” jelas Drs Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B.

Untuk HIV dan AIDS 60% ditularkan melalui pecandu nakoba yang bertukaran atau berbagi menggunakan jarum suntik dengan temannya, 14% wanita penjajah seks, 9% pasangan pecandu narkoba suntik dan 5% laki-laki homo seksual dan lesbian.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B terkait pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS yang diadakan di Jalan Perwira V Kelurahan Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur, Sabtu (8/12/2018).

Bahaya penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan momok yang merebak di kalangan masyarakat saat ini. Untuk itu dilakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.1 Tahun 2012.

Dijelaskan Wong, anggota Komisi B DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan saat bersosialisasi langsung dengan warga Kecamatan Medan Timur, di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Utara penderita HIV dan AIDS berada diangka 8.272 kasus.

“Dari 8.272 kasus, di Sumut terinfeksi HIV ada 3.411 jiwa dan AIDS sekitar 4.861. Bayangkan saja, betapa sangat bahayanya HIV dan AIDS ini. HIV ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. Jika Anda terinfeksi, maka anda akan dikatakan sebagai HIV positif," bebernya.

Ditambahkanya, biasanya HIV menyerang kekebalan tubuh yang mana merupakan pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan penyakit AIDS.

Lanjut Wong, di diagnosa menderita HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh, sehingga orang dengan HIV dapat tetap baik dan hidup sehat. Maka, setiap orang atau institusi dilarang melakukan diskriminasi kepada orang yang diduga telah terinfeksi HIV dan AIDS.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa