Pemko Binjai Manfaatkan Bisnis e-Commerce Dukung Pengembangan UMKM Berkolaborasi Dengan Buka Lapak


KULI-TINTA.COM, BINJAI - Tidak puas menjadi kota pertama di Wilayah Sumatera yang menerapkan e-government (saat ini lebih dikenal digital government) atau yang dikenal dengan nama Binjai Smart City (BSC), Pemerintah Kota Binjai menginisiasi kerja sama dengan mengawinkan kolaborasi antar government to government dan government to bussiness.

Inovasi yang digarap serius oleh Pemko Binjai dalam hal peningkatan pelayan publik ini dikembangkan menjadi 12 aplikasi di antaranya e-Warung, e-Perizinan, e-Masyarakat, e-Musrenbang, e-Rancangan dan Anggaran, e-Dokter, e-PBB, dan e-Kliping.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik, dan United Nation Population Fund, memprediksi jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia pada 2018 sebanyak 58,97 juta orang.
Sedangkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 diprediksi mencapai 265 juta jiwa. Badan Pusat Statistik mencatat 3,79 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan teknologi digital atau bisnis e-commerce.

Menyadari peluang tersebut, Pemko Binjai mengembangkan e-warung dalam rangka mempersiapkan UMKM menjawab tantangan industri 4.0. Program ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan dan optimalisasi teknologi digital oleh pelaku bisnis koperasi dan UMKM menuju digital economy.

Sehubungan dengan itu, pada tanggal 3 Desember 2018, dilakukan pembahasan draft MoU antara Pemko Binjai, Bank Indonesia, PT. Bank Sumut dan Buka Lapak sebagai penyedia digital platform pengembangan aplikasi e-Warung.

Aplikasi e-warung dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha bekerja sama dengan PT. Bank Sumut dalam transaksi perbankan, sehingga pelaku UMKM dapat menjual dagangannya secara on-line kepada konsumen dengan aman dan mudah.

Diharapkan program ini dapat mendorong akses pasar dan peningkatan nilai ekspor produk UMKM khususnya di Kota Binjai. Pada tahap awal direncanakan ± 1000 pelaku UMKM yang akan ikut bergabung.

Buka Lapak sebagai penyedia platform digital memiliki visi pengembangan UMKM, bukan hanya menyediakan channel e-commerce, lebih dari itu berkomitmen dalam melakukan pendampingan UMKM dari hulu ke hilir.

Dimulai dari pelatihan pengenalan teknologi kepada para pelaku UMKM pada bulan Januari bersamaan dengan Kick off dan penandatanganan MoU. Buka Lapak juga telah melakukan kerjasama sebelumnya dengan Pemprov Jawa Barat dan Pemprov Jawa Timur dengan ruang lingkup yang berbeda.

Khusus dalam pengembangan e-warung, diharapkan program Kota Binjai ini menjadi pelopor bagi pemeritah lainnya.

Kedepan Buka Lapak bukan hanya sebagai wadah transaksi bagi para pelaku UMKM namun juga sebagai wadah transaksi Keuangan pemerintahan seperti pembayaran pajak dan retribusi. Melalui pemanfaatan Financial Technologi ini diharapkan dapat mendorong akselerasi Keuangan kepada masyarakat.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa