Di Kecamatan Batangtoru, Sutrisno Pangaribuan Tampung 12 Keluhan Masyarakat


KULI-TINTA.COM, TAPANULI SELATAN - Setelah menjalani Kecamatan Sipirok, Sutrisno Pangaribuan melanjutkan Reses Masa Sidang I Tahun V DPRD Sumut di Desa Hutagodang dan Desa Batu Horing Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (29/10/2018).

Sekretaris Komisi D/ Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Sumatera Utara 7 : Kota Padangsidimpuan, Kabupaten: Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas ini pun langsung menampung seluruh keluhan masyarakat.

Adapun keluhan masyarakat di dua Desa tersebut ialah harga karet yang rendah, sekitar Rp 9.000,- dan kesulitan karena musim penghujan. Masyarakat membutuhkan usaha lain untuk menutupi kebutuhan sehari-hari yang selama ini fokus pada tanaman karet.

Kemudian peningkatan jalan dari simpang pasar Hutagodang menuju semua dusun di desa Batuhoring. Biaya produki hasil pertanian sangat tinggi, karena sebagian besar jalan belum bisa menggunakan kendaraan roda dua. Hasil- hasil pertanian masih harus dipikul sepanjang 5 KM.

Masalah selanjutnya ialah Fondasi jembatan gantung (rambin) di atas sungai Garoga yang menghubungkan pemukiman (Tapanuli Selatan) dengan sawah, ladang, kebun (Tapanuli Tengah) tergerus oleh banjir. Masyarakat mengkhawatirkan jika hujan terus, jembatan akan ambruk. Diminta kepada Pemerintah agar mempersiapakan langah- langkah antisipasi.

Masalah keempat ialah jembatan gantung (rambin) dibutuhkan untuk penyeberangan anak- anak sekolah di Desa Batu Horing. Setiap hari anak- anak harus membuka sepatu ketika melewati sungai. Jika sungai meluap, maka anak-anak terpaksa bermalam di rumah- rumah dekat sekolah hingga air sungai surut.

Persoalan kelima ialah Puskesmas Pembantu (Pustu) ada di Desa Batu Horing, namun sangat jarang ditempati oleh petugas, bahkan jarang sekali dibuka. Masyarakat kesulitan mendapat pelayanan kesehatan.

Masalah keenam ialah Desa Hutagodang, Batu Horing, Aek Ngadol, Garoga, merupakan desa yang sangat dekat dengan area penambangan PT Agincourt Resources (PT AR ), akan tetapi belum dijadikan sebagai desa-desa lingkar tambang. Masyarakat berharap PT AR mengakomodasi sebagai daerah lingkar tambang.

Masalah ketujuh ialah Masyarakat usia produktif belum memiliki pekerjaan tetap. Masyarakat berharap pemerintah memfasilitasi pelatihan- pelatihan untuk peningkatan kapasitas dan keterampilan kelompok usia produktif.

Masalah kedelapan ialah Pendidikan agama di SD Garoga, khusus yang beragama Kristen tidak ada sejak guru ASN pensiun sekitar 6 bulan. Pemerintah diminta segera menugaskan guru agama Kristen ke SD Garoga.

Masalah kesembilan ialah Sebagian Dusun di Desa Batu Horing belum dialiri listrik, baik oleh PLN maupun PLTA micro hydro. Pemerintah diminta segera memfasilitasi penambahan jaringan listrik sekitar 5 KM dari jalur yang sudah ada.

Masalah kesepuluh ialah Adanya aktivitas penambangan galian c yang diduga tidak memiliki izin. Aktivitas penambangan tersebut mengganggu masyarakat.

Masalah kesebelas ialah Sosialisasi terkait persyaratan mendapatkan KIS, KIP, dan Kartu Keluarga Sejahtera belum dilakukan secara optimal, sehingga banyak masyarakat belum mendapatkannya.

Masalah terakhir ialah Program setifikasi tanah, baik tempat tinggal maupun lahan pertanian belum tersosialisasi dengan baik. Demikian juga dengan program perhutanan sosial.

"Seluruh bahan masukan akan disampaikan dalam sidang paripurna hasil reses DPRD Provinsi Sumatera Utara. Seluruh hasil paripurna akan di input sebagai pokok-pokok pikiran DPRD yang akan disesuikan dengan program kerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD)," jelas Sutrisno.

Lanjutnya, aspirasi masyarakat yang merupakan kewewenangan Pemerintah Kabupaten akan disampaikan secara langsung ke Bupati.

"Terkait kebutuhan listrik, maka kita akan segera bertemu dengan PLN Wilayah Sumatera Utara untuk kegiatan pemasangan jaringan listrik lanjutan. Terkait izin galian c, kita akan segera disampaikan kepada dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sumatera Utara," pungkasnya.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa