Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Gusta Ditetapkan Sebagai Tersangka


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Pasca tewasnya seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Medan tertabrak oleh mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan oleh Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Gusta M. Pithra Jaya Saragih akhirnya mendapatkan titik terang.

Kepada wartawan melalui sellularnya, Kanit Lantas Polsek Medan Helvetia Ipda Iwan menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Gusta sebagai tersangka.

"Sudah kita amankan pengemudi mobilnya dan juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Untuk saat ini proses hukumnya masih berjalan dan masih dalam proses tahap sidik," jelas Iwan kepada wartawan.

Saat dipertanyakan soal dugaan dibawah pengaruh minuman keras dan narkoba, perwira berpangkat satu balok emas ini menepis isu tersebut.

"Hasil test urine dari Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Gusta masih menunggu hasil penyelidikan. Sejauh ini keterangan dari tersangka adalah buru-buru saat hendak apel di kantor sehingga insiden yang tak diinginkan terebut pun terjadi," pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, dengan kecepatan tinggi, M. Pithra Jaya Saragih Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Gusta dengan mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport BK 1526 KP menabrak dua sepeda motor di Jalan Gaperta Medan, Selasa (30/10/2018) sekira pukul 07.44 WIB.

Kedua sepeda motor yang dikendarai oleh tiga mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan ini pun ringsek. Bahkan seorang diantaranya tewas mengenaskan di tempat.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hj Trila Murni saat di konfirmasi membenarkan kecelakaan maut antara mobil pajero sport dengan dua pengendara sepeda motor hingga menewaskan korban jiwa tersebut.

"Saya terima laporan dari personil di lapangan, ada kecelakaan di jalan Gaperta antara mobil penumpang dengan pengendara motor," jelas Trila.

Tiga mahasiswa/i yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut ialah Saskia Rahma Tika tewas ditempat. Sementara itu, dua rekannya, Ika Rahayu dan Riki Suwandi mengalami luka ringan.

"Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor tewas," jelas Trila.

Informasi dihimpun dilokasi, dengan kecepatan tinggi mobil yang dikemudikan oleh Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Gusta tersebut datang dari arah Griya menuju Jalan Gaperta Medan. Sebelum menabrak ketiga mahasiswa/i, Kepala Pengamanan Tanjung Gusta berusaha mendahului angkutan umum yang berada didepannya.

"Dari keterangan saksi, mobil ini berusaha mendahului mobil angkot di depannya. Namun saat mendahului, dari arah berlawanan dua sepeda motor yang di kendarai para korban melintas. Supir mobil hilang kendali hingga menabrak motor yang datang dari arah berlawanan," bebernya.

Saat ini, ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Sundari Medan untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu pengendara mobil Mitsubishi Pajero Sport serta kendaraan yang terlibat kecelakaan kini diamankan di Polsek Helvetia Medan.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa