SMS Finance : Pelapor PT Olivia Jaya Nusantara Bukan Merupakan Debitur Kami


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Terungkap kembali kejanggalan dari pelaporan Roy Farid Jamil yang tertuang dalam nomor laporan polisi : LP/588/V/2018/SPKT "I", Tanggal 7 Mei 2018 lalu, terhadap PT Olivia Jaya Nusantara.

Kepada wartawan, pihak SMS Finance melalui Area Manager Remedial Sumbagut I angkat bicara.
"Kami dari pihak SMS Finance, laporan itu sudah hal yang sering kita hadapi. Namun, untuk dalam kasus ini, kami dari SMS Finance merasa prosedur yang kita jalankan sudah benar. Baik itu secara administrasi semua sudah kita jalankan. Pada saat proses penarikan juga kita sudah lengkapi data-data debitur berikut dengan fidusia nya," jelas Miduk Gunawan Aritonang, kepada wartawan, Kamis (27/9/2018) sore.

Ia juga menegaskan bahwa pelapor itu sendiri bukan merupakan debitur SMS Finance.
"Namun, untuk kasus ini yang kita tahu bahwa pelapor itu sendiri bukan merupakan debitur SMS Finance. Data yang kami punya bahwa debitur itu sendiri bukan merupakan debitur cabang medan. Jadi, debitur itu kredit melalui cabang Banda Aceh. Sehingga, sampai saat ini belum ada dari pihak debitur yang meminta baik itu surat keterangan maupun data-data yang terkait dengan kendaraan yang dikredit di SMS Finance sampai saat ini," tegasnya.

Lanjutnya, setiap pelapor yang hendak melaporkan kendaraan ke kepolisian selalu melampirkan bukti-bukti surat kepemilikan kendaraannya.

"Kami sendiri di Medan belum ada menerima permohonan dari debitur itu sendiri. Kalau di Banda Aceh saya tidak tahu. Namun, setau saya prosedurnya apabila seseorang membuat laporan harus bisa melampirkan bukti-bukti kepemilikan kendaraan. Apalagi masih dalam proses kredit harus meminta surat keterangan dari leasing yang menerangkan bahwasanya mobil tersebut dalam proses kredit dan BPKB nya masih di leasing," paparnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa telah memberi kuasa kepada PT Olivia Jaya Nusantara dalam melakukan pengamanan aset milik SMS Finance.

"Dasar dari penarikan itu adalah sesuai dengan aturan OJK bahwa setiap perusahaan pembiayaan itu harus bekerjasama dengan Perusahaan yang bergerak di bidang jasa penarikan yang berbadan hukum, dasarnya adalah MOU. Jadi, dengan MOU itu baru kita bisa memberikan surat kuasa kepada pihak ketiga dalam hal ini PT Olivia Jaya Nusantara untuk melakukan pengamanan terhadap aset kita yang bermasalah," ujarnya.

Ia berharap agar para debitur tidak mengover alihkan kendaraannya yang masih dalam proses kredit tanpa sepengetahuan pihak leasing.

"Harapan kita dari SMS Finance, hal-hal ini tidak lagi terjadi. Mungkin khususnya ya untuk debitur-debitur kita yang mengover alihkan kendaraannya dengan sengaja maupun tidak sengaja itu juga merupakan tindak pidana. Jadi, kalau ada pihak lain yang bukan debitur yang membuat laporan atas keberatan jika kendaraannya ditarik ya saya harap bisa berfikir terlebih dahulu. Karena menurut saya itu adalah hal yang tidak wajar dan tidak perlu saya rasa untuk dilakukan," ungkapnya.

"Untuk debitur yang telah mengover alih atau memindah tangankan kendaraan nya. Kita sudah melakukan beberapa pelaporan kepada kepolisian dan saat ini sedang dalam proses karena kita juga sudah bekerjasama dengan beberapa lawyer. Namun dalam kasus ini sampai saat ini dari management belum ada niat seperti itu," pungkasnya.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa