Motif & Otak Pelaku Persekusi Terhadap Kasiani Zebua Masih Misteri, Seorang Masih DPO


KULI-TINTA.COM, NIAS - Pasca penangkapan para pelaku persekusi terhadap seorang wanita paruh baya (janda) yang terjadi di Desa Sifaoroasi, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara beberapa waktu lalu, hingga kini penyidik Polres Nias belum mengetahui motif dan otak pelaku persekusi tersebut.

"Saat ini proses penyidikan terkait Laporan korban berinisial KZ sedang berjalan dan Penyidik telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, dimana 3 orang telah ditahan dan seorang masuk dalam DPO. Hingga saat ini petugas masih terus memburu SH alias Sozi yang berstatus DPO dan belum diketahui keberadaannya," jelas Kasubag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, kepada wartawan, Minggu (30/9/2018) sore.

Lanjutnya, dalam hal ini pihaknya menjadikan kasus tersebut sebagai atensi dan pihaknya.
"Terkait otak terduga pelaku maupun motif masih dilakukan penyidikan lebih lanjut oleh penyidik. Kasus ini sendiri merupakan 'atensi' dan informasi sekecil apapun terkait kasus ini tentunya akan sangat berarti bagi penyidik Polres Nias, mohon doa dan dukungannya," pungkasnya.

Seperti diketahui, video persekusi terhadap seorang janda paruh baya di Nias Utara viral di media sosial. Dalam sebuah video amatir berdurasi 9 menit 19 detik tersebut seorang wanita diikat secara paksa oleh sekelompok orang di halaman rumah warga di Desa Sifaoroasi, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Wanita malang itu menjadi bahan tertawaan dan tontonan warga setempat.

Sat Reskrim Polres Nias yang menerima laporan korban tersebut segera menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, pihaknya langsung menetapkan empat orang tersangka.

“Kita sudah tetapkan empat tersangka yakni, JH alias Joni, SZ alias Ama Kevin, LD alias Ama Elsi (ketiganya sudah ditahan). Sedangkan tersangka SH alias Sozi (masuk Daftar Pencarian Orang). Mereka terbukti secara sah melakukan tindak pidana terhadap Kasiani Zebua alias Ina Gawati," jelas Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, kepada wartawan dihalaman Mapolres Nias, Senin (3/9/2018) sore.

Menurut keterangan tersangka, Beberapa pelaku merasa kesal karena korban kerap mendatangi rumah keluarganya.

“Tersangka JH alias Joni menampar wajah korban dengan tangan kanannya. Tersangka SZ alias Ama Kevin mengikat kaki korban. LD alias Ama Elsi berperan menahan dan memegang kedua kaki korban, dan tersangka SH alias Sozi mengikat kedua tangan korban,” bebernya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 ayat (1) dan atau pasal 351 ayat (2) dari KUHPidana dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara.

Kasus ini akan terus dikembangkan yang mana tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru.
“Yang lain sudah ditahan. Satu tersangka lagi akan kita cari," pungkasnya.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa