Mahkamah Agung Perbolehkan Mantan Napi Nyaleg, Ini Tanggapan Anggota DPRD Medan


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Mahkamah Agung (MA) memperbolehkan bandar narkoba, pelaku yang pernah melakukan kejahatan seksual terhadap anak menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dalam Pemilu 2019.

Putusan MA tersebut sekaligus membatalkan pasal 4 ayat (3), pasal 7 huruf g Peraturan KPU No.20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota dan Pasal 60 huruf j Peraturan KPU No.26 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Andi Lumban Gaol, SH mengatakan, putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut sah-sah saja dan harus dihormati semua pihak.  Karena, putusan hukum dengan putusan politik itu berbeda.

“Memang itulah putusan hukum, MA memutuskan mantan napi koruptor, narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak tidak boleh nyaleg, oleh MA jadi boleh nyaleg,” kata Andi kepada wartawan, Kamis (20/9/18) saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Oleh karena itu, semua itu tergantung partai politik dan masyarakat. Jika parpol mendukung PKPU, maka jangan lagi mencalonkan mantan-mantan napi yang disebutkan dalam PKPU menjadi bacaleg. Ada juga parpol yang mendukung putusan MA, sehingga mantan napi tersebut diikutkan meramaikan pemilu legislatif 2019.

“Semua itu kembali kepada masyarakat yang memilih, apakah alergi kepada mantan napi atau sebaliknya justru memberi pengampunan dan kesempatan bertobat sehingga dipilih bahkan bisa-bisa duduk menjadi anggota legislatif,” terangnya.

Menurut politisi PKPI ini, keputusan MA tersebut sudah tepat, hak memilih dan dipilih setiap warga negara harus diberikan, apalagi pengadilan belum mencabut hak politik mantan napi. MA memberi peluang kepada mereka untuk ikut meramaikan pesta demokrasi cukup manusiawi. Karena, keputusan tertinggi untuk caleg adalah parpol dan masyarakat.

“Terserah parpol, apakah mereka dikasih nyaleg..? Kalaupun masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), kembali ke masyarakatnya, dipilih atau tidak. Jadi untuk apa diributkan mantan napi ikut nyaleg atau tidak,” pungkasnya.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa