Junimart Girsang : Kasus Oknum Penyidik Polrestabes Medan Terkena OTT Harus Dikawal

Teks Foto : Istimewa/Int

KULI-TINTA.COM, MEDAN - Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang dari Fraksi PDIP/Wakil Ketua Mahkamah Dewan Kehormatan, angkat bicara terkait kasus oknum Penyidik unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan yang terkena OTT.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja tim Satgas Saber Pungli Plt Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI yang sudah berhasil menangkap kedua oknum Polri yang bertugas di Polrestabes Medan. Pejabat Polda Sumut sebagai Sumnaker harus melakukan penanganan terkait OTT ini," kata Junimart Girsang ketika dihubungi awak media pelitabatak.com via sellularnya, Sabtu (11/8/2018) siang.

Masih kata Junimart, seperti yang dikutip di media online www.pelitabatak.com, Polda Sumut harus mengembangkan kasus tersebut. Bahkan ia meminta kepada wartawan untuk mengawal kasus OTT yang menimpa oknum penyidik unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan.

"Awak media pun harus mengawal kasus OTT ini sudah sampai dimana proses penanganannya di Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut. Jangan sampai kasus ini dibiarin, pasti semakin banyak lagi yang berbuat seperti ini di kubu Polri. Jadi nggak mungkin, aparat penegak hukum di Polda Sumut melakukan penanganan penyidikan secepat mungkin, pasti perlu saksi Ahli juga, jadi kita pun harus sabar menunggunya," tegasnya.

Menurut Junimart, yang terpenting kasus OTT di Polrestabes Medan tersebut tidak terhenti.
"Tentu Kepolisian, bagaimana mereka bisa mengembangkan kasus ini, sehingga alat Bukti yang ditemukan menjadi jeratan bagi kedua oknum itu dan kasusnya ini baru-baru aja, jadi proses hukumnya tidak terlalu cepat," bebernya 

Namun, harapan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan itu pun bertolak belakang dengan pihak Polda Sumut dan Polrestabes Medan yang terkesan menutup diri.

Pantauan kru media dilapangan, Rabu (8/8/2018) siang, lalu, tampak Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan dan Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Doni Sembiring mendatangi kantor Polrestabes Medan di Jalan HM. Said Nomor 1 Medan. 

Ketika awak media mencoba melakukan wawancara kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, dirinya mengarahkan ke Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, namun lagi-lagi, mantan Waka Polrestabes Medan tersebut menghindari wartawan.

Bahkan saat awak media mencoba konfirmasi kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto terkait penyidik unit V/Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan yang ditangkap di ruang Idik V/Ekonomi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yuda Prawira langsung menarik tangan salah satu wartawan, agar awak media tidak dapat mewawancarai Kapolrestabes Medan. 

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, melalui sellularnya tidak memberikan keterangan.

Seperti diketahui, terungkapnya Praktik Pungli yang dilakukan oknum Polri Polrestabes Medan berawal dari adanya laporan Dumas tentang Pungli yang diterima Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Pilitik Hukum dan Keamanan RI, bahwa UD. Forsindo Jaya Equiment yang beralamat Jalan Aksara No. 73-B Medan kerap didatangi oleh oknum personil Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan.

Untuk membuktikan praktik Pungli tersebut, salah seorang petugas Kemenko Polhukam RI menyamar sebagai Humas UD. Forsindo Jaya Equipment dan petugas menemui Brigadir ASM untuk menanyakan berapa lagi biaya bulanan yang harus dibayarkan UD Forsindo Jaya Equipment.

Namun ASM tidak mengetahui jumlah uangnya dan menyarankan petugas untuk bertanya langsung kepada DMS sebagai penyidik pembantu anggota Unit Ekonomi Polrestabes Medan. 

Tak ingin membuang waktu dan merasa pembicaraan sudah jadi alat Bukti yang kuat tim Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Pilitik Hukum dan Keamanan RI langsung mengeluarkan surat perintah tugas yang membuktikan dirinya merupakan dirinya merupakan Anggota Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli.

Kemudian, petugas meminta Brigadir ASM dan Aiptu MS untuk mengeluarkan uang yang telah diserahkan Marketing UD Forsindo Jaya Equipment sebagai uang pengeluaran 3 unit barang berupa 1 unit Mesin Mixer merek Getra dan 1 unit Box Pendingin dan Pemanas merek Getra yang diduga tidak ber SNI dan berbahasa Indonesia.

Akhirnya Brigadir ASM tidak dapat mengelak lagi dan perbuatannya diakui olehnya. Karena ASM mengeluarkan plastik yang didalamnya berisi uang yang diterima Zulfirman Ghozali sebesar Rp 20 juta dengan rincian Rp 190 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dan 20 lembar uang pecahan Rp 50 ribu. 

Selanjutnya, Brigadir ASM dan Barang Bukti yang diamankan oleh Satgas Saber Pungli pusat, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruangan Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Dalam praktik Pungli ini, oknum Polri yang tinggal di Jalan Kawat II Nomor 107, Lingkungan XV, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. ASM akan dijerat dengan pasal 12 huruf (e) atau pasal 11 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidan Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KHUPidana.

Barang Bukti yang diamankan dari oknum Polri tersebut yakni 1 Eksampler Dokumen Laporan Polisi Nomor : Lp/73/VIII/2018/Restabes Medan/Res tanggal 2 Agustus 2018 yang belum ditandatangani oleh 1 surat tanda penerimaan Barang atas nama Zulfirman Gohzali. 

Sementara itu, 1 lembar surat perintah tugas yang belum ditandatangi, 1 lembar surat perintah penyidikan yang belum ditandatangani, 1 eksamplar surat berita acara interogasi Zulfirman Gohzali yang belum ditandatangani oleh penyidik pembantu Brigadir DMS dan 2 lembar surat mohon penjelasan dam leterangan belum ditandatangi

Kemudian, Barang Bukti berbentuk barang dan uang antara lain 1 unit Handphone Galaxy S5 dan uang tunai yang dibungkus dengan plastik warna abu - abu.

Ketika dihubungi melalui via seluer, Minggu (5/7/2018) siang, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja belum mendapat data dari Satker yang mengamankan. "Nanti saya akan tanyakan kepada Satker tersebut," kata mantan Wakapolrestabes Medan ini.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa