Dua Oknum Penyidik Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan Diduga Terkena OTT


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Lagi-lagi citra Kepolisian Republik Indonesia tercoreng akibat ulah oknum Penyidik Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan, yang diduga tertangkap tangan Jum'at (3/8/2018) malam.

Informasi dihimpun dari berbagai group wartawan unit Kepolisian Polda Sumut, Polrestabes Medan dan jajaran, operasi tangkap tangan tersebut dilakukan langsung oleh Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia.

Kedua oknum Penyidik Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan tersebut yakni Brigadir ASM (28) dan Aiptu MS. Keduanya diserahkan oleh Kombes Pol Yusran Cahyo selaku Plt Sekretaris Kemenko Polhukam RI, kepada Unit 3 Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Dalam undercover by yang dilakukan oleh Tim Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, seorang perwakilan petugas menyamar sebagai Humas dari UD. FORSINDO JAYA EQUIPMENT di Jl. Aksara No.73 B Medan, untuk mempertanyakan biaya uang pengeluaran per-bulan sekaligus penebusan tiga unit barang elektronik tak ber SNI tersebut.

Meski sempat mengelak bahwa yang mengetahui hal tersebut adalah rekannya berinisial DE, akhirnya Brigadir ASM diminta untuk mengeluarkan barang bukti uang tunai yang telah diterima dari Zulfirman Ghozali yang merupakan marketing UD. FORSINDO JAYA EQUIPMENT untuk biaya pengeluaran tiga unit barang yakni, 1 unit mesin Mixer merk Getra, 1 unit mesin kopi merk Getra dan 1 unit Box pendingin dan pemanas merk Getra yang diduga tidak ber-SNI.

Sambil memerintahkan Brigadir ASM mengeluarkan barang bukti tersebut, petugas yang melakukan penyamaran, memperlihatkan Surat Perintah Tugas bahwa petugas tersebut adalah Anggota Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli.

Adapun barang bukti yang turut disita petugas Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia dari keduanya yakni : 

1. 1 (satu) eksampler Dokumen laporan Polisi No. LP / 73 / VIII / 2018 / Restabes Medan / reskrim tanggal 2 Agustus 2018 yang belum ditandatangani. 

2. 1 (satu) surat tanda penerimaan barang atas nama Zulfirman Gohzali tanggal 02 Agustus 2018.

3. 1 (satu) lembar surat perintah tugas yang belum ditandatangani. 

4. 1 (satu) lembar surat perintah Penyelidikan yang belum ditandatangani. 

5. 1 (satu) Eksamplar surat berita acara interogasi an. Zulfirman Gohzali yang belum ditandatangani oleh penyidik pembantu (BRIGADIR DENI M. SUKMANA, SE). 

6. 2 (dua) lembar surat mohon penjelasan dan keterangan yang belum ditandatangani. 

7. 1 (satu) unit Handphone Merek Samsung Galaxy S5 warna Hitam.

8. Uang Tunai yang dibungkus dengan plastik warna abu-abu dengan rincian : 
Pecahan Rp. 100.000,- sebanyak 190 lembar dan Uang tunai pecahan Rp. 50.000., sebanyak 20 Lembar dengan total keseluruhan sebanyak Rp 20.000.000,-

Adapun dugaan pasal yang dipersangkakan bagi keduanya yakni, Pasal 12 huruf (e) atau pasal 11 UU RI No.20 Thn 2001 tentang perubahan psl UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Hingga berita ini ditayangkan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dan Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, belum dapat dikonfirmasi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Sik, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui persoalan tersebut.
"Saya belum dapat infonya," pungkasnya.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa