Ayahnya Terjerat Kasus Penerimaan Suap, Anaknya Pun Dipolisikan


KULI-TINTA.COM, MEDAN - Bersama anaknya yang menjadi korban bully dan perampasan tas, Rahmawati (52) warga Jalan Bhayangkara, Medan, mendatangi Polda Sumut guna melaporkan peristiwa yang dialami oleh AD (16) anaknya, Jum'at (25/5/2018) sore.

Kedatangan Rahmawati pun guna melaporkan perbuatan adik kelas AD yang diketahui berinisial DI (15) Cs, atas perbuatan bullying melalui media sosial dan juga perampasan tas berisi handphone, uang tunai dan perlengkapan sekolahnya.

"Kami sudah resmi melaporkan DI bersama teman-temannya berdasarkan LP/691/V/2018 SPKT "1" terkait kasus Penghinaan dan Pencemaran nama baik melalui ITE dan LP/692/V/2018 SPKT "1", terkait kasus pencurian, keduanya tertanggal (25/5/2018)," ungkap Rahmawati kepada wartawan.

Kepada wartawan, AD menceritakan peristiwa yang dialaminya itu. Ia mengaku, Senin (21/5/2018) lalu sepulang sekolah, dirinya hendak menemui temannya di Jalan Flamboyan, Kel. Tanjung Selamat,  Kec. Medan Tuntungan.

Setibanya dilokasi, siswi kelas XI Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan, ini melihat DI Cs dengan mengendarai mobil langsung menghampiri dirinya.

"Saat saya tiba dilokasi, saya melihat DI dan teman-temannya. Disitu saya langsung menghubungi teman sekelas saya yang lain untuk menjemput saya," jelas AD kepada wartawan.

Melihat rekannya AD datang, DI merupakan adik kelas yang dikabarkan kerap menggunakan mobil mewah Toyota Vellfire berplat DD ke sekolah, bersama teman-temannya mencoba menghalangi rekan AD.

"Saat itu jilbab saya ditarik, dan mereka mengatakan saya Lo**e, p***ek. Bahkan tas saya berisi hp, uang tunai dan perlengkapan sekolah semuanya mereka rampas dan bawa kabur," bebernya.

Lanjutnya, tak berapa lama peristiwa itu terjadi, AD bersama teman-temannya berusaha kabur meninggalkan lokasi.
"Langsung tancap gas kami bang, saat itu saya dijemput sama teman saya menggunakan sepeda motor. Sempat dihalangi mereka lagi kami waktu meninggalkan lokasi," ujarnya.

Tak sampai disitu, perbuatan DI bersama teman-temannya yang dilakukan kepada AD langsung di sebar dan viral di media sosial (medsos)
"Dengan bangganya mereka Bully anak saya dan melalui rekaman medsos itu saya tau perbuatan para pelaku terhadap anak saya," kesal Rahmawati.

Menurutnya, perbuatan pelaku dan teman temannya sudah tidak dapat ditolerir. Apalagi setelah mereka beraksi, DI Cs dalam rekamannya mengucapkan omongan kotor yang tak pantas disebutkan oleh siswa/i Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang dikenal mengedepankan nilai-nilai keagamaan Islam.

"Saya ada rekamannya, sampai malu saya melihat dan mendengarnya, dan rekaman yang saya ambil dari Medsos atas perbuatan mereka terhadap anak sayalah yang membuat saya melaporkan hal ini ke Polisi. Jangan karena mereka dari latar belakang keluarga yang mapan, bisa seenaknya berbuat kepada anak saya. Soalnya sempat dalam percakapan WA grup anak saya yang saya simpan salinannya, tertulis bakal ada season kedua," pungkasnya.

Seperti diketahui, DI merupakan anak kandung Musdalifah anggota DPRD Sumatera Utara Periode 2009-2014 dari Partai Hanura, yang juga merupakan satu dari 38 anggota DPRD/Eks anggota DPRD Sumut yang terjerat kasus dugaan menerima suap berupa hadiah atau janji dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Suap itu terkait fungsi dan kewenangan mereka sebagai anggota Dewan pada periode tersebut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut.(Robert)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Kepling Terkena OTT Tim Gabungan Polrestabes Medan & Polsek Delitua, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Petugas

Diduga Dibunuh Oleh Mantan Suami, Janda Anak Dua Ini Tewas Bersimbah Darah

Kunjungi RM Nisba, Yasonna Laoli Berpesan Agar Tetap Menjaga Citarasa